Pertandingan
basket dalam rangka menyambut HUT Rekind akhirnya telah sampai di di penghujung
acara, final, dengan mempertemukan tim Engineering (EPC) vs tim Rekayasa
Engineering (RE). Kedua tim ini sejak
awal memang telah diprediksi akan bertemu di final karena memiliki materi
pemain yang baik. Boleh dibilang pemain-pemain basket terbaik di Rekayasa
Industri Groups berkumpul semua di kedua tim ini.
Pertandingan
berlangsung hari senin 09 Juli 2012, sore hari selepas pulang kantor dengan
penonton yang sudah berjubel di luar lapangan. Mayoritas penonton adalah
supporter RE yang notebene memang terkenal paling kompak seantero kantor dan
terkenal paling provokatif haha.
Tim engineering
kali ini tampil dengan formasi lengkap, kecuali Bang Wilko yang baru menyusul di tengah pertandingan dan
ditambah mas Agung yang baru balik dari Houston. Sedangkan RE sendiri tidak
tampil full team, ada center nya yang tidak hadir sehingga tim mereka praktis
didominasi oleh pemain di Posisi Guard.
Di pihak
EPC, saya dan Dhani celakanya sedang tidak enak badan. Kami berdua sedikit
demam saat menjelang pertandingan. Sedangkan jagoan tim RE, Darma, jarinya terluka
akibat pertandingan di kampungnya. Tapi ternyata keseluruhan pertandingan tetap
berjalan seru :D
Sebelum
pertandingan kami berdoa memohon kemudahan dalam pertandingan. Ini adalah
pertandingan pertama kami saat matahari masih belum bersembunyi dan pertama
kalinya ditonton banyak orang. Strategi kami adalah bermain se-efektif mungkin,
bermain box-one dengan khusus me-marking Darma, defensive rebound yang kuat,
dan usahakan fastbreak.
Dan sebelum
pertandingan, kedua tim saling foto-foto dulu pastinya!hehe.
Pertandingan
berlangsung dalam 2x20 menit, tiap babak punya kesempatan 3x time out,
sedangkan peraturan lainnya sama seperti biasa. Starting line up tim kami
adalah : John (PG), Dhani (SG), Jeff (SF), Ersa (PF), dan Mahisa aka Jambrong
(C).
Jump
ball pun mengawali jalannya pertandingan mahapenting ini.
Di awal
pertandingan ini tim EPC langsung tancap gas dengan memasukkan 6 poin beruntun.
Tim kami memusatkan permainan pada bagian dalam karena sadar kami sangat unggul
di bigman. Beberapa kali kami berhasil mendapatkan poin melalui Mahisa dan
Saya. Kami berdua menjadi pusat
permainan EPC kali ini.
Seringpula
lewat aksi under ring, kami memperoleh foul dan beberapa kali dapat foul-in
juga. Free throw pun persentase masuknya sedang bagus-bagusnya. Kami hampir
selalu mendapatkan defensive rebound, namun kami tidak bisa melakukan fastbreak
karena pemain RE sangat disiplin dalam bertahan. Offensive rebound pun
terkadang kami dapatkan.
Saya
sendiri beberapa kali mencoba shooting 2-point karena merasa shooting saya lagi
bagus, tapi sayangnya ga ada yang masuk haha dan berikutnya tidak lagi mencoba shoot. Di tim EPC hanya Dhani yang
shooting nya masuk beberapa kali. Sisanya hancur!haha. Termasuk Jeff yang
biasanya bagus shooting-nya.
Sedangkan
RE yang tim nya didominasi oleh Guard bermain dengan mengandalkan shooting. Pemain
mereka kesulitan menembus bigman kami. Darma dan Agung sangat dominan pada
permainan RE. Penguasaan bola RE didominasi oleh Darma, singkatnya dia
sendirian men-dribble bola menghadapi kami dengan kondisi di man-marking oleh
John dan berhasil membuat poin (gak ngerti lagi lah). Uletnya Darma membuat
John beberapa kali terpaksa melakukan foul, tensi permainan sempat meningkat.
RE
banyak mencuri poin melalui fastbreak, bukan dari defensive rebound namun dari
kesalahan kami dalam melakukan passing. Passing kami seringkali terlalu lemah
atau bisa terbaca oleh RE sehingga langsung di fastbreak oleh Agung dan Darma. Mereka
berdua ini juga sering mendapatkan poin melalui 3-point shoot.
Babak
pertama kemudian berhenti sejenak ketika adzan maghrib berkumandang. Tim EPC
sementara masih unggul namun tidak jauh. Kesempatan ini kami pergunakan untuk
beristirahat dan menyusun ulang strategi. Tidak enaknya pertandingan 2x20 menit
adalah singkatnya waktu istirahat, sedangkan time-out tidak bisa dipakai begitu
saja karena sengaja disimpan untuk kondisi kritis.
Hingga
pertandingan babak pertama berakhir skor tidak banyak berubah. Tim EPC unggul
sekitar 25-13, perbedaan poin nya tidak terlalu jauh sehingga kami masih belum
tenang. Saat itu saya sudah cukup kelelahan, karena setelah EPC CUP Futsal (efek
capeknya luar biasa) saya sudah tidak pernah lagi berolahraga akibatnya fisik
menjadi tidak terjaga.
Di awal
babak kedua gaya permainan kedua tim tidak banyak berubah. Tim EPC masih
mengandalkan Mahisa yang di final ini tampil on-fire dan Tim RE masih
mengandalkan Darma yang kayanya ga bisa capek!. Namun tensi permainan
meningkat pesat, kedua tim bermain keras dan penuh semangat. Beberapa kali manuver
tim EPC terpaksa dihentikan melalui foul oleh RE dan begitu juga sebaliknya. Tak
terhitung berapa kali protes dilancarkan kepada wasit dan kedua tim sampai
berjatuhan merebut bola di lapangan. John dan Agung seringkali bergantian
diganti karena emosi mereka terbakar.
Di pertengahan
akhir babak kedua pertandingan kedua tim menjadi tidak serapi sebelumnya. Tim EPC
yang kelelahan sengaja memperlambat tempo dengan bermain lambat, namun passing
yang kurang sempurna dimanfaatkan RE yang cepat dalam melakukan steal dan
mengakhirinya dengan poin. Tim EPC juga mulai sering melakukan fastbreak karena
defense RE tidak lagi sebaik sebelumnya. EPC dan RE saling bergantian mencetak
poin.
Bisa
dibilang bintang di pertandingan ini adalah Mahisa, walaupun tampak kelelahan
ia tetap eksplosif di babak kedua. Mahisa bahkan berhasil melakukan alley-up lewat
umpan cerdik dari John. Pemain dalam RE sangat kewalahan menghadapinya terutama
dalam rebound. Memang Mahisa dan saya sampai seringkali berebut offensive
rebound.
Menuju
akhir pertandingan, RE merubah gaya permainannya dengan hanya melakukan 3-point
shoot jauh di luar garis three point, dan ternyata sering masuk! EPC agak
keteteran kali ini dan berusaha membalas. Untungnya beberapa kali kesempatan
serangan balik bisa dituntaskan dengan baik dan free throw yang kami dapat bisa
dimanfaatkan dengan baik pula. Namun permainan EPC cenderung menjadi monoton,
poin-poin kami pun hanya berasal dari offensive rebound yang diakhiri dengan
under basket.
Di 3
menit terakhir EPC mengulur waktu dengan hanya melakukan passing di luar garis
three point. Fisik kami sudah sangat terkuras. Di tim EPC hanya saya dan Jeff
yang tidak pernah diganti jadi capeknya sudah luar biasa. Saya sendiri
menyimpan energi dan fokus membantu defense saja.
Menjelang
satu menit terakhir, Dhani berhasil melakukan shoot spektakuler. Dalam posisi
fade away ia melepaskan 2-point shoot sambil terjatuh akibat dorongan pemain
lawan dan masuk!! Mental tim EPC serta merta naik hingga kemudian peluit
berbunyi tanda pertandingan telah berakhir untuk kemenangan tim EPC. Skor akhir
pertandingan ini 39 vs 25, cukup menggambarkan ketatnya pertandingan karena
biasanya tim EPC selalu menang dengan minimal double score.
Pertandingan
yang sangat memuaskan. Dari segi kualitas permainan dan proses poin yang
tercipta, ini adalah pertandingan terbaik kami. RE juga adalah lawan terbaik
kami di keseluruhan kompetisi. Malam itu pun kami akhiri dengan selebrasi ala
pemain bola di tengah lapangan hehe. Thanks Team!!