Senin, 03 September 2012

Jalan Terus....


Sudah lama sekali sejak saya terakhir menulis di blog ini. Many things happened, good and bad. Tapi hidup harus jalan terus, seperti saya akan terus mencoba menulis disini….

"tapi apapun yang terjadi akan kujalani akan kuhadapi dengan segenap hati, walau ku terluka memang ku terluka tak pernah ku lari dari semua ini...."
(Sheila On 7 - Jalan Terus)

Rabu, 11 Juli 2012

JUARA BASKET HUT REKIND 2012


Pertandingan basket dalam rangka menyambut HUT Rekind akhirnya telah sampai di di penghujung acara, final, dengan mempertemukan tim Engineering (EPC) vs tim Rekayasa Engineering (RE).  Kedua tim ini sejak awal memang telah diprediksi akan bertemu di final karena memiliki materi pemain yang baik. Boleh dibilang pemain-pemain basket terbaik di Rekayasa Industri Groups berkumpul semua di kedua tim ini.

Pertandingan berlangsung hari senin 09 Juli 2012, sore hari selepas pulang kantor dengan penonton yang sudah berjubel di luar lapangan. Mayoritas penonton adalah supporter RE yang notebene memang terkenal paling kompak seantero kantor dan terkenal paling provokatif haha.

Tim engineering kali ini tampil dengan formasi lengkap, kecuali Bang Wilko yang  baru menyusul di tengah pertandingan dan ditambah mas Agung yang baru balik dari Houston. Sedangkan RE sendiri tidak tampil full team, ada center nya yang tidak hadir sehingga tim mereka praktis didominasi oleh pemain di Posisi Guard.

Di pihak EPC, saya dan Dhani celakanya sedang tidak enak badan. Kami berdua sedikit demam saat menjelang pertandingan. Sedangkan jagoan tim RE, Darma, jarinya terluka akibat pertandingan di kampungnya. Tapi ternyata keseluruhan pertandingan tetap berjalan seru :D

Sebelum pertandingan kami berdoa memohon kemudahan dalam pertandingan. Ini adalah pertandingan pertama kami saat matahari masih belum bersembunyi dan pertama kalinya ditonton banyak orang. Strategi kami adalah bermain se-efektif mungkin, bermain box-one dengan khusus me-marking Darma, defensive rebound yang kuat, dan usahakan fastbreak.



Dan sebelum pertandingan, kedua tim saling foto-foto dulu pastinya!hehe.




Pertandingan berlangsung dalam 2x20 menit, tiap babak punya kesempatan 3x time out, sedangkan peraturan lainnya sama seperti biasa. Starting line up tim kami adalah : John (PG), Dhani (SG), Jeff (SF), Ersa (PF), dan Mahisa aka Jambrong (C).

Jump ball pun mengawali jalannya pertandingan mahapenting ini.


Di awal pertandingan ini tim EPC langsung tancap gas dengan memasukkan 6 poin beruntun. Tim kami memusatkan permainan pada bagian dalam karena sadar kami sangat unggul di bigman. Beberapa kali kami berhasil mendapatkan poin melalui Mahisa dan Saya.  Kami berdua menjadi pusat permainan EPC kali ini.

Seringpula lewat aksi under ring, kami memperoleh foul dan beberapa kali dapat foul-in juga. Free throw pun persentase masuknya sedang bagus-bagusnya. Kami hampir selalu mendapatkan defensive rebound, namun kami tidak bisa melakukan fastbreak karena pemain RE sangat disiplin dalam bertahan. Offensive rebound pun terkadang kami dapatkan.

Saya sendiri beberapa kali mencoba shooting 2-point karena merasa shooting saya lagi bagus, tapi sayangnya ga ada yang masuk haha dan berikutnya tidak lagi mencoba shoot. Di tim EPC hanya Dhani yang shooting nya masuk beberapa kali. Sisanya hancur!haha. Termasuk Jeff yang biasanya bagus shooting-nya.

Sedangkan RE yang tim nya didominasi oleh Guard bermain dengan mengandalkan shooting. Pemain mereka kesulitan menembus bigman kami. Darma dan Agung sangat dominan pada permainan RE. Penguasaan bola RE didominasi oleh Darma, singkatnya dia sendirian men-dribble bola menghadapi kami dengan kondisi di man-marking oleh John dan berhasil membuat poin (gak ngerti lagi lah). Uletnya Darma membuat John beberapa kali terpaksa melakukan foul, tensi permainan sempat meningkat.

RE banyak mencuri poin melalui fastbreak, bukan dari defensive rebound namun dari kesalahan kami dalam melakukan passing. Passing kami seringkali terlalu lemah atau bisa terbaca oleh RE sehingga langsung di fastbreak oleh Agung dan Darma. Mereka berdua ini juga sering mendapatkan poin melalui 3-point shoot.

Babak pertama kemudian berhenti sejenak ketika adzan maghrib berkumandang. Tim EPC sementara masih unggul namun tidak jauh. Kesempatan ini kami pergunakan untuk beristirahat dan menyusun ulang strategi. Tidak enaknya pertandingan 2x20 menit adalah singkatnya waktu istirahat, sedangkan time-out tidak bisa dipakai begitu saja karena sengaja disimpan untuk kondisi kritis.

Hingga pertandingan babak pertama berakhir skor tidak banyak berubah. Tim EPC unggul sekitar 25-13, perbedaan poin nya tidak terlalu jauh sehingga kami masih belum tenang. Saat itu saya sudah cukup kelelahan, karena setelah EPC CUP Futsal (efek capeknya luar biasa) saya sudah tidak pernah lagi berolahraga akibatnya fisik menjadi tidak terjaga.



Di awal babak kedua gaya permainan kedua tim tidak banyak berubah. Tim EPC masih mengandalkan Mahisa yang di final ini tampil on-fire dan Tim RE masih mengandalkan Darma yang kayanya ga bisa capek!. Namun tensi permainan meningkat pesat, kedua tim bermain keras dan penuh semangat. Beberapa kali manuver tim EPC terpaksa dihentikan melalui foul oleh RE dan begitu juga sebaliknya. Tak terhitung berapa kali protes dilancarkan kepada wasit dan kedua tim sampai berjatuhan merebut bola di lapangan. John dan Agung seringkali bergantian diganti karena emosi mereka terbakar.

Di pertengahan akhir babak kedua pertandingan kedua tim menjadi tidak serapi sebelumnya. Tim EPC yang kelelahan sengaja memperlambat tempo dengan bermain lambat, namun passing yang kurang sempurna dimanfaatkan RE yang cepat dalam melakukan steal dan mengakhirinya dengan poin. Tim EPC juga mulai sering melakukan fastbreak karena defense RE tidak lagi sebaik sebelumnya. EPC dan RE saling bergantian mencetak poin.

Bisa dibilang bintang di pertandingan ini adalah Mahisa, walaupun tampak kelelahan ia tetap eksplosif di babak kedua. Mahisa bahkan berhasil melakukan alley-up lewat umpan cerdik dari John. Pemain dalam RE sangat kewalahan menghadapinya terutama dalam rebound. Memang Mahisa dan saya sampai seringkali berebut offensive rebound.

Menuju akhir pertandingan, RE merubah gaya permainannya dengan hanya melakukan 3-point shoot jauh di luar garis three point, dan ternyata sering masuk! EPC agak keteteran kali ini dan berusaha membalas. Untungnya beberapa kali kesempatan serangan balik bisa dituntaskan dengan baik dan free throw yang kami dapat bisa dimanfaatkan dengan baik pula. Namun permainan EPC cenderung menjadi monoton, poin-poin kami pun hanya berasal dari offensive rebound yang diakhiri dengan under basket.

Di 3 menit terakhir EPC mengulur waktu dengan hanya melakukan passing di luar garis three point. Fisik kami sudah sangat terkuras. Di tim EPC hanya saya dan Jeff yang tidak pernah diganti jadi capeknya sudah luar biasa. Saya sendiri menyimpan energi dan fokus membantu defense saja.

Menjelang satu menit terakhir, Dhani berhasil melakukan shoot spektakuler. Dalam posisi fade away ia melepaskan 2-point shoot sambil terjatuh akibat dorongan pemain lawan dan masuk!! Mental tim EPC serta merta naik hingga kemudian peluit berbunyi tanda pertandingan telah berakhir untuk kemenangan tim EPC. Skor akhir pertandingan ini 39 vs 25, cukup menggambarkan ketatnya pertandingan karena biasanya tim EPC selalu menang dengan minimal double score.

Pertandingan yang sangat memuaskan. Dari segi kualitas permainan dan proses poin yang tercipta, ini adalah pertandingan terbaik kami. RE juga adalah lawan terbaik kami di keseluruhan kompetisi. Malam itu pun kami akhiri dengan selebrasi ala pemain bola di tengah lapangan hehe. Thanks Team!!





Kamis, 05 Juli 2012

4TH FUTSAL EPC CUP 2012 (Bagian 2 - Habis)


Quarterfinal : Rekind FC vs Lavalin

Pertandingan perempat final pada pukul 09.35 tepatnya setelah pertandingan perempatfinal antara IKPT vs JGC yang dimenangkan oleh IKPT dengan skor 5-2. Di lapangan sebelah Tripatra berhasil unggul lewal lwat pertandingan sengit vs EPTCO yang berakhir dengan skor 3-2.

Kali ini tim kami memakai seragam baru, seragam kebanggaan Rekind berwarna merah menyala. Seluruh pemain memakai seragam yang baru, sedangkan saya masih memakai seragam yang sama persis dengan kemarin hehe. Entah kenapa, sejak dulu saya tidak pernah mencuci seragam yang saya pakai sampai kompetisi selesai, tapi hanya untuk kompetisi yang paling lama berlangsung 3 hari saja loh hehe. Eh pernah seminggu deng gak dicuci :P


Sebelum menjejakkan kaki di lapangan pertandingan, kami berdoa dengan khusyuk berharap untuk diberikan kemudahan dalam pertandingan ini. Kami tidak ingin terhenti untuk keempat kalinya di perempatfinal, kami ingin JUARA!! REKIND……HOUGHHHH!!!

Pertandingan ini diawali dengan operan pendek dari area pertahanan. Kombinasi operan pendek one-two cukup mendominasi alur serangan kami. Dedi sebagai jangkar di belakang bertugas mengatur pola serangan Rekind FC, member sinyal kapan mulai menyerang. Serangan berjalan cukup baik melawan Lavalin, lancar bagaikan air terjun.


Namun entah kenapa Rekind masih kesulitan untuk membuka skor, alur serangan yang apik terpaksa kandas oleh finishing yang buruk. Entah berapa peluang terbuang percuma. Lavalin sendiri tidak banyak melakukan serangan, beberapa kali umpan mereka melaju terlalu deras ke arah saya sehingga dengan mudah saya bisa mengamankan bola. Walaupun sempat mereka berhasil lolos dari penjagaan dan melepaskan tembakan dari jarak sangat dekat yang walau cukup lemah tidak berhasil saya tangkap dengan sempurna, untungnya bola rebound-nya hanya disambar lemah oleh penyerang Lavalin dan berhasil saya amankan.

Setelah berupaya cukup keras, kami akhirnya bisa membuka skor lewat sedikit kemelut di depan gawang Lavalin. Seperti biasa, satu gol ini membuat kami menjadi lebih rileks dan lebih sabar dalam menyerang. Tak lama kemudian, Deka yang baru saja masuk mampu menambah skor menjadi 2-0. Deka yang berhasil lepas dari kawalan lawan di sisi kanan pertahanan lawan berhasil mengontrol umpan cerdik dari Dedi dan melepaskan tembakan keras ke sisi kiri atas kiper. Babak pertama pun berakhir dan berhasil kami lalui dengan baik.


Di babak kedua, Lavalin mengubah gaya bermain mereka. Mereka menempatkan satu pemain yang bermain post di tepat di luar kotak penalti di depan saya. Pemain ini cukup besar dan tidak pernah berpindah kecuali untuk bertahan. Kondisi ini sangat menyulitkan saya karena saya sulit melihat bola. Satu pemain lawan yang ditempel Dedi ini benar-benar membatasi pandangan saya. Dedi sendiri semakin lama semakin kewalahan menjaganya karena kalah postur.

Lavalin semakin sering berspekulasi dengan tembakan jarak jauh yang seringkali membentur pemain bertahan dan menghasilkan tendangan sudut. Saat tendangan sudut, dua pemain Lavalin menempatkan dirinya di depan kotak pinalti sebagai decoy, sedangkan bola selalu diberikan ke garis tengah lapangan yang langsung disambut dengan tembakan keras. Gaya ini mereka lakukan berulang kali dan tidak diantisipasi oleh pemain depan Rekind, mungkin karena skor sudah 2-0 membuat naluri bertahan menjadi berkurang.

Tak pelak, lewat tendangan sudut untuk yang kesekian kalinya, Lavalin berhasil memperkecil selisih menjadi 2-1. Bola yang diarahkan ke garis tengah ditembak mendatar ke arah kerumunan orang didepan gawang dan bagaikan permainan pinball memantul mengenai pemain Lavalin, berubah arah dan masuk ke gawang tanpa saya bisa bereaksi sedikitpun. Gol macam biji karambol.

Tersengat dengan gol balasan Lavalin, Rekind semakin bersemangat menyerang. Tekanan ke gawang Lavalin semakin bertambah. Dan lewat kombinasi hampir ala tiki-taka juara Eropa, Spanyol, kami berhasil menambah gol. Hingga akhir pertandingan, skor tidak berubah, 3-1 untuk kemenangan Rekind FC.

YEAH!! Akhirnya kutukan perempatfinal berhasil kami lewati. Dan lawan terberat sudah menunggu kami di semifinal yaitu IKPT. Sedangkan di lapangan sebelah, Saipem berhasil lolos ke semifinal setelah mengalahkan JP Kenny dengan skor 4-2. Saipem akan melawan Tripatra, lucunya mereka pernah saling berhadapan di penyisihan grup.  Sepertinya ada kesalahan dalam pengaturan skema pertandingan, harusnya tim yang berada di satu grup akan bertemu lagi fika keduanya lolos ke final atau perebutan juara 3.

Pertandingan selanjutnya adalah eksibisi Futsal Putri dengan jumlah peserta 4 tim, yaitu Tripatra, Technip, IKPT, dan satu tim lagi saya lupa namanya hehe.

Semifinal : Rekind FC vs IKPT

Yak dari semua peserta EPC CUP, IKPT lah lawan terberat. Mereka adalah favorit juara, unggulan pertama. Materi pemain IKPT sangat bagus, muda, bertenaga, dan skillful. Mereka juga dipimpin oleh seorang bapak berjenggot yang sudah tua namun semua orang mengakui bahwa dia sangat sangat hebat. Permainannya tenang dan fisiknya masih bagus walaupun sudah sangat berumur untuk ukuran pemain bola.

Kerjasama tim IKPT pun sangat bagus, mereka selalu menang di setiap pertandingannya alias sapu bersih. Rekind FC dan IKPT pernah saling berhadapan (sparring) sebelumnya dan IKPT berhasil menang dari kami dengan skor mencolok 5-0. Mungkin karena semua faktor itulah mereka berani menjadi tuan rumah dan mempercepat jadwal pelaksanaan kompetisi yang sebenarnya bentrok dengan EURO CUP. Edisi sebelumnya dilaksanakan pada bulan November.

Materi pemain IKPT tidak sembarangan, salah seorang rekan tim saya semasa kuliah (tim HMS) ikut memperkuat IKPT dimana statusnya dulu adalah pemain timnas futsal ITB. Sulitnya sudah kebayang di tim kami, tapi kami berupaya menghilangkan itu karena kami juga adalah tim yang solid.

Instruksi pelatih sebelum pertandingan lebih banyak tentang motivasi, sedangkan strateginya adalah bermain tenang dan manfaat peluang se-efektif mungkin. Kami tidak boleh lengah sedikitpun, tim harus bermain sebagai sebuah kesatuan : menyerang dan bertahan bersama-sama seirama.



Sejak peluit babak pertama berbunyi, permainan kualitas tinggi saling dihadirkan oleh kedua tim. Serangan dan pertahanan sama ketatnya, seluruh pemain dan official tampak tegang sampai-sampai lupa untuk mengambil foto selama pertandingan berlangsung. Penonton pun bergerombol riuh menikmati pertandingan. Fokus ada pada pertandingan ini.

Harus diakui, IKPT lebih unggul dalam penguasaan bola. Mereka membangun serangan dengan baik dari lini pertahanan memanfaatkan lebar lapangan. Sedangkan Rekind banyak bermain di sisi tengah lapangan dengan sesekali melepaskan tembakan jarak jauh. IKPT juga menempatkan satu pemainnya di depan gawang, sama seperti Lavalin di pertandingan sebelumnya. Akibatnya saya menjadi sulit melihat bola. Hingga tiba-tiba pemain IKPT melepaskan tembakan dari tengah lapangan yang tidak bisa saya lihat kapan ditendangnya dan meluncur masuk ke sisi kiri bawah gawang tanpa saya bisa bereaksi sedikitpun, 1-0 untuk IKPT bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin keras. Seringkali pemain dari kedua kubu saling berjibaku hingga jatuh. Tackling pun biasa terjadi.  Permainan sangat alot di lini tengah, tembakan kea rah gawang jarang terjadi di menit-menit awal babak kedua. Pertarungan lebih banyak terjadi di garis tengah lapangan. Sesekali saya mencoba melempar bola dengan kencang ke arah gawang IKPT yang berhasil menghasilkan kemelut namun belum cukup menghasilkan gol.

Tak lama, salah seorang pemain IKPT meliuk-liuk di sisi kiri pertahanan Rekind berhasil melewati 2 pemain (dengan spektakuler) dan melepaskan tendangan yang sangat kencang dari sudut sempit! Bola pun meluncur keras beberapa centimeter di atas kepala saya dan gol! Lagi-lagi saya tidak bereaksi. Kami ketinggalan 2-0!

Ketinggalan 2-0 tampaknya membuat mental Rekind FC menjadi drop dan IKPT menjadi lebih percaya diri. Mereka pun lebih leluasa menyerang, menambah tekanan ke gawang kami. Namun, keasyikan menyerang, kami berhasil memperkecil selisih menjadi 1-2 lewat serangan cepat. Pertandingan kembali menjadi alot.

Pertandingan kemudian menjadi semakin terbuka, kedua kubu menjadi lebih sering melepaskan tembakan. Akan tetapi tanpa disangka, seorang pemain IKPT berhasil lepas dari jagaan pemain belakang dan dalam posisi ideal, sedikit di luar kotak pinalti, melepaskan tembakan. Sebelum itu, dengan sigap saya maju menutup ruang tembak, begitu pula Agung yang segera melakukan blocking tackle untuk menahan laju bola. Bola yang diarahkan ke sisi kiri bawah berhasil tertahan, tapi anehnya bola malah bergulir ke sisi kanan gawang! (padahal ditendang ke kiri). Bola liar hasil rebound itupun langsung disambut pemain IKPT yang tak terkawal. Lagi-lagi skor bertambah menjadi 3-1.

Tapi Rekind langsung membalas! Sesaat setelah sentuhan pertama kick-off, bola langsung ditembak oleh Ferry ke sisi kanan gawang IKPT, dan GOL!! 2-3!! Luar biasa!!! Proses gol yang sangat singkat! Semangat kami semakin bertambah! IKPT menjadi tertekan, dan kami semakin gencar menyerang. Kali ini saya semakin sering melepas lemparan kencang ke arah gawang IKPT.

Ibarat gayung bersambut, lewat sebuah kemelut di depan gawang, Azis berhasil mencetak gol!!!! Skor menjadi 3-3!!!! Pemain bench dan Offisial kami larut dalam semangat. IKPT pun tersengat, kedua tim silih berganti menyerang, silih berganti melepas tembakan, silih berganti terjatuh, silih berganti tersengat emosi, membuat penonton menjadi gemas. Keributan sempat terjadi saat kiper IKPT melakukan gerakan yang membahayakan pemain Rekind, pertandingan semakin panas! Riuh penonton yang terkesima dengan pertandingan ini mulai mengeluarkan suara untuk mendukung kedua tim.

Tak lama, mirip dengan kondisi gol ketiga IKPT, pemain IKPT yang terlepas dari jagaan, lagi-lagi di posisi tengah sedikit di luar kotak pinalti, dengan cepat melepaskan tendangan keras mendatar. Seorang pemain bertahan Rekind melakukan blocking tackle, bola menyentuh kakinya dan berubah arah, bola berotasi liar ke sisi kanan gawang. Celakanya saya sudah dalam posisi maju kedepan untuk menutup ruang tembak, dan bola melewati saya yang telah mati langkah lalu masuk ke dalam gawang! Skor menjadi 4-3 untuk IKPT.

Dengan sisa waktu yang tak lama lagi, Rekind FC pun melakukan serangan total ke gawang IKPT. Habis-habisan kami menyerang, melepaskan tembakan bertubi-tubi, hingga memasukkan pemain bernaluri menyerang lebih banyak. Namun sayang, peluit akhir berbunyi untuk kemenangan IKPT. Kami kalah!

Kalah lewat pertandingan yang sangat sengit membuat hati kami sesak. Mungkin kami bisa saja menang pada pertandingan itu. Saya sendiri merasa kurang puas dengan penampilan saya. Tapi hasil tetap hasil, dan kami patut bangga karena kalah lewat pertarungan yang alot. Kedua tim telah memberi yang terbaik.

Di lapangan sebelah, rematch antara Tripatra vs Saipem kembali dimenangkan oleh Saipem dengan skor 3-6. Dan Rekind FC akan menghadapi  Tripatra di perebutan juara ketiga. Wah saya agak dilematis disini, karena Tripatra adalah tim saya di edisi sebelumnya. Dan pemainnya adalah teman-teman saya semua. Namun seorang pemain harus professional dong :D

Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan final eksibisi futsal putri antara Tripatra melawan Technip. Pertandingan ini berlangsung tak kalah alot. Namun Tim Putri Tripatra harus mengakui kehebatan dari Tim Technip. Selamat untuk keduanya!

3rd Place : Rekind FC vs Tripatra

Sampai awal bulan Mei, saya masih latihan futsal di tim Tripatra. Lalu sekarang saya harus menghadapi Tripatra di perebutan juara 3. Hmmm, kok bisa ya saling bertemu? Kebetulan yang tak bisa dielakkan.

Saya dengan tim Tripatra di 3rd EPC CUP 2011

Komposisi pemain Tripatra tidak banyak berubah, mayoritas masih pemain lama. Pemain baru hanya beberapa saja. Tim Tripatra terdiri dari engineer-engineer muda yang bergairah. Dengan sukses menembus semifinal, tim Tripatra jelas tak bisa dianggap remeh. Mereka sendiri selalu berlatih rutin setiap Senin di lapangan ini, sedangkan kami hanya latihan 2 kali. Rekind FC masih harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan.

Pertandingan dimulai dengan kedua tim bermain penuh hati-hati. Rekind FC lebih banyak memegang kendali permainan. Tiki-taka ala Spanyol yang tak muncul saat melawan IKPT muncul kembali di pertandingan ini. Beberapa kali Rekind melalui Esha melepaskan tendangan keras, tapi masih sanggup di tip oleh kiper Tripatra, Rega. Di pertandingan ini, Rega bermain cukup gemilang. Peluang kami banyak dimentahkan olehnya.

Namun tak lama, Rekind berhasil mencetak gol pertamanya, skor berubah menjadi 1-0. Tripatra berusaha membalas walau aliran bola mereka selalu kandas di sepertiga lapangan. Serangan mereka terpusat di tengah, kurang variasi seakan bingung bagaimana mau menyerang. Mereka lebih mengandalkan serangan balik.

Kemudian Rekind pun berhasil menambah rekening golnya. Sebuah upaya yang cukup keren dari Deka, tembakan kerasnya  lurus ke gawang berhasil ditepis oleh Rega namun pantulan bola kembali mengarah ke Deka yang kemudian menyambutnya dengan tembakan keras untuk kedua kalinya!!! Bola meluncur deras masuk ke gawang.

Sayangnya saja, unggul 2-0 membuat permainan Rekind menurun. Pemain belakang menjadi lengah menjaga lawan. Dan dalam waktu singkat, Tripatra berhasilnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat pemain yang tiba-tiba tak terkawal. Babak pertama berakhir dengan skor sama kuat.


Di babak kedua, pemain Rekind menjadi panas. Tidak terima kebobolan 2 gol dalam waktu singkat, kami pun menyerang dengan ganasnya. Dan lewat kombinasi apik Esha-Agung, kami berhasil menambah gol menjadi 4-2. Namun lagi-lagi Tripatra berhasil memperkecil selisih akibat kelengahan pemain belakang, skor berubah menjadi 4-3. Kemudian hingga peluit akhir berbunyi, kami mengakhiri kompetisi ini dengan kemenangan. Juara 3 terasa sangat luar biasa melihat persiapan kami yang sangat minim! Selamat!!!!! 



Zul (defender)


Ersa (goal keeper)


Ferry (striker)


Azis (striker)


Dedi (defender)


Esha (midfielder)

Pak Ketut (manager & GK coach)


Team and Officials


Berikut hasil pertandingan selengkapnya dari 4th EPC CUP 2012. Kompetisi selanjutnya akan diselenggarakan oleh Rekind. Mudah-mudahan siklus tuan rumah menjadi juara tetap bertahan hehe.


Lalu kompetisi ini kami tutup dengan syukuran makan-makan nabung lemak di RM Padang yang sederhana hahaha. Sampai ketemu lagi tahun depan!!!




Selasa, 03 Juli 2012

4TH FUTSAL EPC CUP 2012 (bagian 1)


Setelah edisi futsal EPC Cup sebelumnya yang hanya sampai perempat final, kali ini saya mendapat kesempatan untuk bermain di EPC Cup kembali namun dengan membela tim yang berbeda, yaitu tim futsal Rekayasa Industri FC.

EPC Cup adalah sebuah kompetisi futsal antar perusahaan yang bergerak di sektor bisnis EPC (Engineering, Procurement, Construction) seperti Rekayasa Industri, Tripatra, IKPT, Saipem, dll. Hadiahnya sendiri berupa trophy dan uang tunai. Nominal uangnya sendiri tidak besar ( juara 1 : 2.5jt, juara 2 : 2jt, dan juara 3 : 1.5jt), namun yang terpenting adalah gengsi nya itu sendiri. Yak, kalau di level instansi memang bukan uang yang dikejar tapi gengsi. Beda kalau kita bermain di level tarkam, yang dikejar jelas nominal uang hadiahnya hehe.

Sampai tulisan ini diturunkan, EPC Cup telah berjalan empat kali dengan juaranya Saipem, Saipem, JGC, dan kali ini IKPT. Kecenderungan yang terjadi adalah juaranya adalah tuan rumah. Berakhirnya kompetisi ini semakin mengukuhkan teori bahwa jika ingin menjadi juara di EPC Cup maka jadilah tuan rumah haha.

Kali ini saya akan berbagi cerita tentang perjalanan tim saya di EPC Cup 23-24 Juni 2012 @Citos yang kemudian  meraih juara 3 (kontribusi pertama saya hehe).

Rekayasa Industri FC

Penggila olahraga sepakbola dan sebangsanya di Rekind sangat banyak, dan difasilitasi cukup baik oleh perusahaan dengan latihan bola lapangan gede di MBAU Pancoran dan latihan futsal di lapangan kantor. Ada pula Home Tournament Futsal dengan peserta hingga 12 tim. Orang-orang ini menyebut dirinya pemain Rekayasa Industri FC (punya logo sendiri dan jaket identitas hehe). Seringkali mereka melakukan tur menuju kota-kota lain untuk ikut pertandingan semacam tarkam. Gairah sepakbola disini terasa sangat sangat bergelora.

Lucunya dalam rangka menyambut EPC Cup edisi keempat ini, Rekind FC hanya memiliki waktu persiapan selama 2 minggu saja. Pemain pun dicomot dari stok pemain lama dan pemain-pemain baru yang terpantau dari kompetisi home tournament (nah saya dari sini asalnya :D). Saya sendiri hanya ikut latihan sebanyak dua kali saja. Rekind FC pun mengirim satu tim beranggotakan 12 orang pemain, dimana 3 orang nya adalah Goalkeeper (termasuk saya).

Total tim yang ikut serta pada kompetisi ini sebanyak 18 tim yang kemudian dibagi menjadi 4 group. Setiap Group akan diambil juara dan runner up. Group A akan bertemu dengan Group B, sedangkan Group C bertemu Group D. Pembagian groupnya sebagai berikut :

Group A

  • 1.       EPTCO
  • 2.       SINGGAR
  • 3.       SYNERGY
  • 4.       JP KENNY

Group B

  • 1.       SAIPEM
  • 2.       KBR
  • 3.       PII
  • 4.       TRIPATRA

Group C

  • 1.       IKPT
  • 2.       NISCONI
  • 3.       TIMAS
  • 4.       LAVALIN
  • 5.       IKL

Group D

  • 1.       JGC
  • 2.       WORLEY
  • 3.       TECHNIP
  • 4.       PETROSEA
  • 5.       REKIND

Hari pertama kompetisi adalah semua pertandingan kualifikasi grup, mulai dari jam9 pagi hingga sore. Bagi saya ini adalah keputusan brilian, karena di kompetisi tahun lalu seluruh kompetisi habis dalam satu hari! Kebayang dong capek nya!! Kalau sampai final kita harus bermain futsal sebanyak 6x dalam satu hari, TEPAR. Kualitas pertandingan pun pasti akan menurun karena para pemain sudah keletihan.

Sedikit shock, ternyata jersey Rekind FC berwarna Orange. Sebenarnya tidak jelek sih, Orange kan identik dengan Belanda atau Persija, tapi tetap bagi saya bukan warna yang umum hehe. Setelah pemanasan dan mendapat arahan dari pelatih, kami pun siap bertanding. FYI di tiga edisi sebelumnya Rekind FC selalu berhasil menjadi Juara Grup tapi ironisnya selalu kandas di perempat final.  Nah, para official tim pun menargetkan kami untuk menjadi JUARA! (padahal baru 2x latihan….)

1st match : Rekind FC vs Worley


Pertandingan pertama selalu berat bagi siapapun, bahkan bagi tim sekelas EURO CUP sekalipun. Dan terbukti di pertandingan pertama ini kami bermain tidak luwes, termasuk saya sendiri. Saya merasa agak canggung, belum klop sama tim dan badan masih terasa kaku. Gerakan dan tangkapan saya kurang mulus, masih belum lengket. Sedangkan teman-teman lain masih terasa kaku saat passing, tidak lengket dan belum dibungkus dengan kepercayaan diri. Peluang pun banyak yang terbuang sia-sia.

Ada sedikit cerita disini, seorang pemain Worley berhasil lolos ke sisi kanan pertahanan Rekind FC, saya dengan sigap langsung menyerbu dan melakukan blocking tackle. Bola berhasil saya rebut dan saya langsung melakukan serangan balik. Namun peluit wasit berbunyi, supporter Worley meninggikan suara, semua pemain menoleh ke belakang, dan ternyata pemain Worley tersebut terkapar akibat terjangan saya. Salah satu pemain Worley, Bule negro badan besar banget, protes kepada wasit dengan bahasa Indonesia yang terpatah-patah. Intinya dia protes karena saya dianggapnya melakukan tackle, sedangkan menurut manual pertandingan tackle tidak diperbolehkan. Pemain yang terkapar pun protes sambil emosi. Padahal khusus untuk kiper memang dibolehkan untuk melakukan tackle demi melindungi gawangnya.


Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 1-1, padahal kalau dilihat dari segi teknik pemain tim kami jauh lebih baik. Pelatih memberikan instruksi untuk lebih bermain dengan tenang. Manfaatkan setiap peluang yang didapat, jangan disia-siakan. Dan kemudian babak kedua kami mulai dengan kepercayaan diri yang tinggi.

Benar saja, di babak kedua ini tim kami mengamuk. Esha, pemain bernomor 8 dari tim kami, benar-benar lepas kendali disini. Manuver gocekan nya di sisi kanan pertahanan lawan mengelabui beberapa pemain dan berhasil dituntaskan dengan tendangan keras kaki kiri menusuk jaring gawang. Beberapa kali aksinya membuahkan gol yang membangkitkan semangat tim. Hingga akhirnya kami menutup pertandingan dengan skor telak 8-1.


Beratnya pertandingan pertama berhasil kami lalui. Beban yang membelenggu di pikiran dan fisik kami pun lenyap seketika berkat kemenangan telak ini. Kami pun siap menghadapi lawan lain. Tak lupa tubuh kami re-charge kembali dengan buah-buahan segar seperti jeruk dan pisang. Kepercayaan diri tim kami semakin tinggi. Berdoa selalu kami lakukan di awal dan akhir pertandingan untuk mengawali dan mensyukuri hasil pertandingan.

2nd  match : Rekind FC vs JGC

Boleh dikatakan inilah pertandingan terberat kami di penyisihan. JGC adalah tuan rumah sekaligus juara kompetisi di edisi sebelumnya. Dari awal kami sudah diwanti-wanti untuk menampilkan permainan terbaik disini. Sebelum melawan kami pun JGC sudah berhasil melibas lawan-lawan nya dengan skor telak. Tapi kami tak pernah gentar.



Pertandingan dimulai dengan kedua tim saling berhati-hati. Operan-operan pendek dilakukan di daerah pertahanan masing-masing, pelan-pelan penuh kesabaran sebelum menangkap peluang untuk menyerang. JGC sangat mengandalkan penyerangnya (sekilas mirip Safee Sali) yang mendulang banyak gol di pertandingan sebelumnya. Sedangkan Rekind mengandalkan rotasi pemainnya yang sangat membingungkan lawan dan kombinasi serangan yang bervariasi mulai dari operan kaki ke kaki, tusukan melalui sayap, dan lemparan langsung ke arah kiper. Setelah silih berganti menyerang, bola dari sebuah tendangan sudut JGC  berhasil saya potong dan langsung saya lempar kedepan. Alhasil dengan sebuah skema serangan balik yang cantik sebuah gol pun tercipta, 1-0 untuk Rekind FC.

Satu gol ini berhasil menambah mental pasukan Rekind FC dan ternyata juga meluluh-lantakkan mental tim JGC. Tampak kualitas permainan mereka menurun sehingga Rekind FC pun dengan leluasa mampu mendominasi pertandingan. Banyak sekali peluang tercipta yang hampir menambah punda-pundi gol kami. Sedangkan serangan JGC selalu saja kandas, tekanan ke gawang saya menjadi jauh berkurang. Hingga akhirnya Rekind FC mampu menambah skor menjadi 4-0.

Dengan skor yang sudah cukup jauh dan permainan lawan yang semakin kurang menggigit serta babak kedua yang sudah berjalan cukup lama, pelatih kami mencoba memasukkan pemain baru untuk melanjutkan permainan. Saya pun ikut diganti oleh Pak Wono. FYI Pak Wono ini sendiri sudah tua, prediksi saya beliau sudah masuk 40 tahunan, tapi teknik kiper nya masih baik, gerak refleksnya pun masih bagus. Di masa mudanya Pak Wono pernah ikut latihan di klub Indonesia Muda. Pak Wono pun menjadi tempat saya untuk mencari nasihat dan tips saat bertanding.

Jalannya pertandingan tidak banyak berubah. JGC sempat memperkecil selisih menjadi 4-1, namun Rekind FC berhasil menciptakan satu gol tambahan di menit akhir. Kami kemudian mengakhiri pertandingan dengan skor 5-1, angka yang sangat telak terhadap status lawan yang merupakan juara bertahan.  Dengan hasil pertandingan ini, kami menunjukkan bahwa kami adalah tim yang kuat dan solid. Kami sendiri sangat senang dengan hasil ini, beban terberat sudah terlewati dengan hasil yang sangat baik. Kami pun bersiap untuk pertandingan berikutnya.

Pertandingan selanjutnya masih 2,5 jam lagi, untuk menjaga kondisi kami pun mengisi perut dengan ayam goreng fast food nyam nyam! Senangnya berkat EPC Cup saya bisa makan gratis haha (masih mental mahasiswa). Suasana tim terasa sangat kondusif, celotehan dan canda saling berputar mengudara. Kebersamaan di tim ini sudah mulai menuju tren positif, pertanda yang sangat baik.




3rd match : Rekind FC vs Petrosea

Petrosea adalah pemain baru di EPC Cup. Kami sama sekali tidak punya data mengenai mereka. Informasi yang kami tahu hanya sebatas hasil pertandingan mereka yaitu menang vs Technip dan kalah vs JGC (tidak ada ada yang bertugas mematai-matai mereka haha). Dengan persiapan seperti biasa, kami pun siap menghadapi mereka.

Ternyata Petrosea bukan lawan yang mudah, mereka bermain baik dan disiplin. Defense mereka cukup kokoh. Offense mereka pun cukup membuat kami kesulitan. Oleh mereka, saya cukup dibuat sibuk jatuh bangun menyelamatkan gawang. Serangan tim kami seringkali kandas di kaki pemain belakang bertahan mereka. Tak hanya itu, kami pun ternyata banyak menyia-nyiakan peluang. Menang besar di dua pertandingan sebelumnya ternyata membuat barisan penyerang kami terlalu tergesa-gesa dalam melakukan finishing. Babak pertama berakhir dengan kedudukan sama kuat, 0-0.



Instruksi pelatih untuk babak kedua adalah : membuat gol, kami ingin menang di pertandingan ini untuk memastikan langkah kami untuk melaju ke babak berikutnya. Di babak kedua ini kami membombardir pertahanan Petrosea untuk mencari gol. Kami berupaya dengan segala cara, termasuk upaya saya melempar bola sekencang-kencangnya ke arah kiper Petrosea. Namun cara ini tidak cukup bekerja karena kiper Petrosea sangat baik dalam mengantisipasi bola atas (match sebelumnya berhasil hehe). Alhasil, kami memusatkan permainan dengan operan pendek dari bawah.




Operan pendek kaki ke kaki ternyata sangat efektif, Petrosea tertekan dan tidak dapat mengembangkan permainan. Barisan pemain Rekind benar-benar tidak memberi celah mereka untuk leluasa melakukan operan. Alhasil mereka mengubah gaya permainan mereka dengan lemparan langsung kiper ke gawang saya, yang tentunya dapat saya antisipasi dengan baik (mengantisipasi bola atas adalah kelebihan saya).

 

Akhirnya gol yang dinanti pun datang, dua gol berhasil kami ciptakan dalam rentang waktu yang singkat. Unggul 2-0 membuat kami memperlambat tempo. Pemain, official, dan penonton tampak menjadi lebih rileks. Skor ini pun tidak berubah hingga peluit akhir berbunyi. Kami pun bersuka cita, kami sudah pasti lolos ke babak selanjutnya. Tapi target kami adalah juara grup, sehingga kami pun harus meraih hasil yang baik melawan tim berikutnya.

4th match : Rekind FC vs Technip

Lawan terakhir di penyisihan adalah Technip. Catatan pertandingan mereka adalah 1 kali menang, 1 kali seri, dan sekali kalah. Jadi jika mereka ingin lolos ke babak selanjutnya mereka harus menang melawan Rekind. Sedangkan kami sendiri cukup bermain seri untuk bisa lolos sebagai juara grup. Menurut pelatih kami, tim Technip adalah tim penuh pemain muda yang mengerti cara bermain futsal dengan benar dan saat ini tentu motivasi mereka untuk lolos sangat tinggi.

Sayangnya, 3 kali kemenangan membuat tim Rekind menjadi loyo. Permainan kami tidak lagi sebaik di tiga pertandingan sebelumnya. Koordinasi antar pemain menjadi lebih buruk. Barisan pertahanan kami terlalu sering memberikan Technip ruang tembak. Saya benar-benar dibawah tekanan kali ini, Technip sangat sering melepaskan tendangan jarak jauh. Beberapa mampu saya atasi dengan baik, dan lainnya membuahkan tendangan sudut. Technip banyak sekali memperoleh tendangan sudut karena memang shoot attempts mereka sangat banyak yang membentur pemain bertahan Rekind.


  
Di pertandingan ini, Technip mengurung kami. Permainan praktis banyak berkutat di pertahanan Rekind. Beberapa variasi serangan kami coba tampilkan, namun akibat konsentrasi yang sudah jauh menurun berakibat gagalnya serangan yang sudah dibangun. Bukan gagal karena diantisipasi oleh pemain bertahan Technip tapi karena gagal karena error dari pemain Rekind sendiri (salah passing, salah nerima passing, salah komunikasi, dll). Babak pertama berakhir dengan skor imbang kacamata dengan overall Technip lebih baik dari kami.

Di babak berdua kami bertekad bermain lebih sabar dan berusaha mengembalikan performa. Kami bermain dari bawah namun seringkali saya yang kurang sabar mencoba peruntungan dengan melempar bola sekencang-kencang nya ke arah kiper lawan. Kali ini giliran kami yang menghujani pertahanan Technip dengan bertubi-tubi. Namun sayangnya, akibat keasyikan menyerang dan telat dalam melakukan transisi dari offense ke defense membuat kami kecolongan satu gol. Bola muntah hasil tepisan saya dari tembakan jarak dekat berhasil diteruskan oleh pemain Technip. Rekind pun untuk pertama kalinya ketinggalan terlebih dahulu.



Ketinggalan satu gol ini sangat menyengat tim kami. Setelah peluit kick off berbunyi Rekind FC semakin meningkatkan intensitas serangan. Dengan upaya yang cukup alot akhirnya kami berhasil menyamakan kedudukan. Namun sayang, waktu 2x10 menit tidak cukup untuk kami menambah punda-pundi gol. Pertandingan ini pun berakhir dengan skor imbang. Hasil yang cukup fair bagi kami.

Hasil Babak Penyisihan

Hasil untuk seluruh babak penyisihan sebagai berikut :





Dengan hasil 3 kali menang dan satu kali seri, Rekind memuncaki klasemen di Grup D dengan selisih gol yang sangat baik 16 – 3. Untuk keempat kalinya Rekind berhasil menjadi Juara Grup, dan kami bertekad untuk tidak gagal di perempatfinal untuk keempat kalinya pula. Menemani kami, JGC lolos sebagai runner up dan akan menghadapi juara Grup C, IKPT, di perempatfinal. Sedangkan kami akan bertemu runner up Grup C yaitu Lavalin. Pertandingan babak perempatfinal hingga final dan eksibisi tim putri akan dilanjutkan di keesokan harinya.  

(bagian 1 habis – bersambung)