Selasa, 03 Juli 2012

4TH FUTSAL EPC CUP 2012 (bagian 1)


Setelah edisi futsal EPC Cup sebelumnya yang hanya sampai perempat final, kali ini saya mendapat kesempatan untuk bermain di EPC Cup kembali namun dengan membela tim yang berbeda, yaitu tim futsal Rekayasa Industri FC.

EPC Cup adalah sebuah kompetisi futsal antar perusahaan yang bergerak di sektor bisnis EPC (Engineering, Procurement, Construction) seperti Rekayasa Industri, Tripatra, IKPT, Saipem, dll. Hadiahnya sendiri berupa trophy dan uang tunai. Nominal uangnya sendiri tidak besar ( juara 1 : 2.5jt, juara 2 : 2jt, dan juara 3 : 1.5jt), namun yang terpenting adalah gengsi nya itu sendiri. Yak, kalau di level instansi memang bukan uang yang dikejar tapi gengsi. Beda kalau kita bermain di level tarkam, yang dikejar jelas nominal uang hadiahnya hehe.

Sampai tulisan ini diturunkan, EPC Cup telah berjalan empat kali dengan juaranya Saipem, Saipem, JGC, dan kali ini IKPT. Kecenderungan yang terjadi adalah juaranya adalah tuan rumah. Berakhirnya kompetisi ini semakin mengukuhkan teori bahwa jika ingin menjadi juara di EPC Cup maka jadilah tuan rumah haha.

Kali ini saya akan berbagi cerita tentang perjalanan tim saya di EPC Cup 23-24 Juni 2012 @Citos yang kemudian  meraih juara 3 (kontribusi pertama saya hehe).

Rekayasa Industri FC

Penggila olahraga sepakbola dan sebangsanya di Rekind sangat banyak, dan difasilitasi cukup baik oleh perusahaan dengan latihan bola lapangan gede di MBAU Pancoran dan latihan futsal di lapangan kantor. Ada pula Home Tournament Futsal dengan peserta hingga 12 tim. Orang-orang ini menyebut dirinya pemain Rekayasa Industri FC (punya logo sendiri dan jaket identitas hehe). Seringkali mereka melakukan tur menuju kota-kota lain untuk ikut pertandingan semacam tarkam. Gairah sepakbola disini terasa sangat sangat bergelora.

Lucunya dalam rangka menyambut EPC Cup edisi keempat ini, Rekind FC hanya memiliki waktu persiapan selama 2 minggu saja. Pemain pun dicomot dari stok pemain lama dan pemain-pemain baru yang terpantau dari kompetisi home tournament (nah saya dari sini asalnya :D). Saya sendiri hanya ikut latihan sebanyak dua kali saja. Rekind FC pun mengirim satu tim beranggotakan 12 orang pemain, dimana 3 orang nya adalah Goalkeeper (termasuk saya).

Total tim yang ikut serta pada kompetisi ini sebanyak 18 tim yang kemudian dibagi menjadi 4 group. Setiap Group akan diambil juara dan runner up. Group A akan bertemu dengan Group B, sedangkan Group C bertemu Group D. Pembagian groupnya sebagai berikut :

Group A

  • 1.       EPTCO
  • 2.       SINGGAR
  • 3.       SYNERGY
  • 4.       JP KENNY

Group B

  • 1.       SAIPEM
  • 2.       KBR
  • 3.       PII
  • 4.       TRIPATRA

Group C

  • 1.       IKPT
  • 2.       NISCONI
  • 3.       TIMAS
  • 4.       LAVALIN
  • 5.       IKL

Group D

  • 1.       JGC
  • 2.       WORLEY
  • 3.       TECHNIP
  • 4.       PETROSEA
  • 5.       REKIND

Hari pertama kompetisi adalah semua pertandingan kualifikasi grup, mulai dari jam9 pagi hingga sore. Bagi saya ini adalah keputusan brilian, karena di kompetisi tahun lalu seluruh kompetisi habis dalam satu hari! Kebayang dong capek nya!! Kalau sampai final kita harus bermain futsal sebanyak 6x dalam satu hari, TEPAR. Kualitas pertandingan pun pasti akan menurun karena para pemain sudah keletihan.

Sedikit shock, ternyata jersey Rekind FC berwarna Orange. Sebenarnya tidak jelek sih, Orange kan identik dengan Belanda atau Persija, tapi tetap bagi saya bukan warna yang umum hehe. Setelah pemanasan dan mendapat arahan dari pelatih, kami pun siap bertanding. FYI di tiga edisi sebelumnya Rekind FC selalu berhasil menjadi Juara Grup tapi ironisnya selalu kandas di perempat final.  Nah, para official tim pun menargetkan kami untuk menjadi JUARA! (padahal baru 2x latihan….)

1st match : Rekind FC vs Worley


Pertandingan pertama selalu berat bagi siapapun, bahkan bagi tim sekelas EURO CUP sekalipun. Dan terbukti di pertandingan pertama ini kami bermain tidak luwes, termasuk saya sendiri. Saya merasa agak canggung, belum klop sama tim dan badan masih terasa kaku. Gerakan dan tangkapan saya kurang mulus, masih belum lengket. Sedangkan teman-teman lain masih terasa kaku saat passing, tidak lengket dan belum dibungkus dengan kepercayaan diri. Peluang pun banyak yang terbuang sia-sia.

Ada sedikit cerita disini, seorang pemain Worley berhasil lolos ke sisi kanan pertahanan Rekind FC, saya dengan sigap langsung menyerbu dan melakukan blocking tackle. Bola berhasil saya rebut dan saya langsung melakukan serangan balik. Namun peluit wasit berbunyi, supporter Worley meninggikan suara, semua pemain menoleh ke belakang, dan ternyata pemain Worley tersebut terkapar akibat terjangan saya. Salah satu pemain Worley, Bule negro badan besar banget, protes kepada wasit dengan bahasa Indonesia yang terpatah-patah. Intinya dia protes karena saya dianggapnya melakukan tackle, sedangkan menurut manual pertandingan tackle tidak diperbolehkan. Pemain yang terkapar pun protes sambil emosi. Padahal khusus untuk kiper memang dibolehkan untuk melakukan tackle demi melindungi gawangnya.


Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 1-1, padahal kalau dilihat dari segi teknik pemain tim kami jauh lebih baik. Pelatih memberikan instruksi untuk lebih bermain dengan tenang. Manfaatkan setiap peluang yang didapat, jangan disia-siakan. Dan kemudian babak kedua kami mulai dengan kepercayaan diri yang tinggi.

Benar saja, di babak kedua ini tim kami mengamuk. Esha, pemain bernomor 8 dari tim kami, benar-benar lepas kendali disini. Manuver gocekan nya di sisi kanan pertahanan lawan mengelabui beberapa pemain dan berhasil dituntaskan dengan tendangan keras kaki kiri menusuk jaring gawang. Beberapa kali aksinya membuahkan gol yang membangkitkan semangat tim. Hingga akhirnya kami menutup pertandingan dengan skor telak 8-1.


Beratnya pertandingan pertama berhasil kami lalui. Beban yang membelenggu di pikiran dan fisik kami pun lenyap seketika berkat kemenangan telak ini. Kami pun siap menghadapi lawan lain. Tak lupa tubuh kami re-charge kembali dengan buah-buahan segar seperti jeruk dan pisang. Kepercayaan diri tim kami semakin tinggi. Berdoa selalu kami lakukan di awal dan akhir pertandingan untuk mengawali dan mensyukuri hasil pertandingan.

2nd  match : Rekind FC vs JGC

Boleh dikatakan inilah pertandingan terberat kami di penyisihan. JGC adalah tuan rumah sekaligus juara kompetisi di edisi sebelumnya. Dari awal kami sudah diwanti-wanti untuk menampilkan permainan terbaik disini. Sebelum melawan kami pun JGC sudah berhasil melibas lawan-lawan nya dengan skor telak. Tapi kami tak pernah gentar.



Pertandingan dimulai dengan kedua tim saling berhati-hati. Operan-operan pendek dilakukan di daerah pertahanan masing-masing, pelan-pelan penuh kesabaran sebelum menangkap peluang untuk menyerang. JGC sangat mengandalkan penyerangnya (sekilas mirip Safee Sali) yang mendulang banyak gol di pertandingan sebelumnya. Sedangkan Rekind mengandalkan rotasi pemainnya yang sangat membingungkan lawan dan kombinasi serangan yang bervariasi mulai dari operan kaki ke kaki, tusukan melalui sayap, dan lemparan langsung ke arah kiper. Setelah silih berganti menyerang, bola dari sebuah tendangan sudut JGC  berhasil saya potong dan langsung saya lempar kedepan. Alhasil dengan sebuah skema serangan balik yang cantik sebuah gol pun tercipta, 1-0 untuk Rekind FC.

Satu gol ini berhasil menambah mental pasukan Rekind FC dan ternyata juga meluluh-lantakkan mental tim JGC. Tampak kualitas permainan mereka menurun sehingga Rekind FC pun dengan leluasa mampu mendominasi pertandingan. Banyak sekali peluang tercipta yang hampir menambah punda-pundi gol kami. Sedangkan serangan JGC selalu saja kandas, tekanan ke gawang saya menjadi jauh berkurang. Hingga akhirnya Rekind FC mampu menambah skor menjadi 4-0.

Dengan skor yang sudah cukup jauh dan permainan lawan yang semakin kurang menggigit serta babak kedua yang sudah berjalan cukup lama, pelatih kami mencoba memasukkan pemain baru untuk melanjutkan permainan. Saya pun ikut diganti oleh Pak Wono. FYI Pak Wono ini sendiri sudah tua, prediksi saya beliau sudah masuk 40 tahunan, tapi teknik kiper nya masih baik, gerak refleksnya pun masih bagus. Di masa mudanya Pak Wono pernah ikut latihan di klub Indonesia Muda. Pak Wono pun menjadi tempat saya untuk mencari nasihat dan tips saat bertanding.

Jalannya pertandingan tidak banyak berubah. JGC sempat memperkecil selisih menjadi 4-1, namun Rekind FC berhasil menciptakan satu gol tambahan di menit akhir. Kami kemudian mengakhiri pertandingan dengan skor 5-1, angka yang sangat telak terhadap status lawan yang merupakan juara bertahan.  Dengan hasil pertandingan ini, kami menunjukkan bahwa kami adalah tim yang kuat dan solid. Kami sendiri sangat senang dengan hasil ini, beban terberat sudah terlewati dengan hasil yang sangat baik. Kami pun bersiap untuk pertandingan berikutnya.

Pertandingan selanjutnya masih 2,5 jam lagi, untuk menjaga kondisi kami pun mengisi perut dengan ayam goreng fast food nyam nyam! Senangnya berkat EPC Cup saya bisa makan gratis haha (masih mental mahasiswa). Suasana tim terasa sangat kondusif, celotehan dan canda saling berputar mengudara. Kebersamaan di tim ini sudah mulai menuju tren positif, pertanda yang sangat baik.




3rd match : Rekind FC vs Petrosea

Petrosea adalah pemain baru di EPC Cup. Kami sama sekali tidak punya data mengenai mereka. Informasi yang kami tahu hanya sebatas hasil pertandingan mereka yaitu menang vs Technip dan kalah vs JGC (tidak ada ada yang bertugas mematai-matai mereka haha). Dengan persiapan seperti biasa, kami pun siap menghadapi mereka.

Ternyata Petrosea bukan lawan yang mudah, mereka bermain baik dan disiplin. Defense mereka cukup kokoh. Offense mereka pun cukup membuat kami kesulitan. Oleh mereka, saya cukup dibuat sibuk jatuh bangun menyelamatkan gawang. Serangan tim kami seringkali kandas di kaki pemain belakang bertahan mereka. Tak hanya itu, kami pun ternyata banyak menyia-nyiakan peluang. Menang besar di dua pertandingan sebelumnya ternyata membuat barisan penyerang kami terlalu tergesa-gesa dalam melakukan finishing. Babak pertama berakhir dengan kedudukan sama kuat, 0-0.



Instruksi pelatih untuk babak kedua adalah : membuat gol, kami ingin menang di pertandingan ini untuk memastikan langkah kami untuk melaju ke babak berikutnya. Di babak kedua ini kami membombardir pertahanan Petrosea untuk mencari gol. Kami berupaya dengan segala cara, termasuk upaya saya melempar bola sekencang-kencangnya ke arah kiper Petrosea. Namun cara ini tidak cukup bekerja karena kiper Petrosea sangat baik dalam mengantisipasi bola atas (match sebelumnya berhasil hehe). Alhasil, kami memusatkan permainan dengan operan pendek dari bawah.




Operan pendek kaki ke kaki ternyata sangat efektif, Petrosea tertekan dan tidak dapat mengembangkan permainan. Barisan pemain Rekind benar-benar tidak memberi celah mereka untuk leluasa melakukan operan. Alhasil mereka mengubah gaya permainan mereka dengan lemparan langsung kiper ke gawang saya, yang tentunya dapat saya antisipasi dengan baik (mengantisipasi bola atas adalah kelebihan saya).

 

Akhirnya gol yang dinanti pun datang, dua gol berhasil kami ciptakan dalam rentang waktu yang singkat. Unggul 2-0 membuat kami memperlambat tempo. Pemain, official, dan penonton tampak menjadi lebih rileks. Skor ini pun tidak berubah hingga peluit akhir berbunyi. Kami pun bersuka cita, kami sudah pasti lolos ke babak selanjutnya. Tapi target kami adalah juara grup, sehingga kami pun harus meraih hasil yang baik melawan tim berikutnya.

4th match : Rekind FC vs Technip

Lawan terakhir di penyisihan adalah Technip. Catatan pertandingan mereka adalah 1 kali menang, 1 kali seri, dan sekali kalah. Jadi jika mereka ingin lolos ke babak selanjutnya mereka harus menang melawan Rekind. Sedangkan kami sendiri cukup bermain seri untuk bisa lolos sebagai juara grup. Menurut pelatih kami, tim Technip adalah tim penuh pemain muda yang mengerti cara bermain futsal dengan benar dan saat ini tentu motivasi mereka untuk lolos sangat tinggi.

Sayangnya, 3 kali kemenangan membuat tim Rekind menjadi loyo. Permainan kami tidak lagi sebaik di tiga pertandingan sebelumnya. Koordinasi antar pemain menjadi lebih buruk. Barisan pertahanan kami terlalu sering memberikan Technip ruang tembak. Saya benar-benar dibawah tekanan kali ini, Technip sangat sering melepaskan tendangan jarak jauh. Beberapa mampu saya atasi dengan baik, dan lainnya membuahkan tendangan sudut. Technip banyak sekali memperoleh tendangan sudut karena memang shoot attempts mereka sangat banyak yang membentur pemain bertahan Rekind.


  
Di pertandingan ini, Technip mengurung kami. Permainan praktis banyak berkutat di pertahanan Rekind. Beberapa variasi serangan kami coba tampilkan, namun akibat konsentrasi yang sudah jauh menurun berakibat gagalnya serangan yang sudah dibangun. Bukan gagal karena diantisipasi oleh pemain bertahan Technip tapi karena gagal karena error dari pemain Rekind sendiri (salah passing, salah nerima passing, salah komunikasi, dll). Babak pertama berakhir dengan skor imbang kacamata dengan overall Technip lebih baik dari kami.

Di babak berdua kami bertekad bermain lebih sabar dan berusaha mengembalikan performa. Kami bermain dari bawah namun seringkali saya yang kurang sabar mencoba peruntungan dengan melempar bola sekencang-kencang nya ke arah kiper lawan. Kali ini giliran kami yang menghujani pertahanan Technip dengan bertubi-tubi. Namun sayangnya, akibat keasyikan menyerang dan telat dalam melakukan transisi dari offense ke defense membuat kami kecolongan satu gol. Bola muntah hasil tepisan saya dari tembakan jarak dekat berhasil diteruskan oleh pemain Technip. Rekind pun untuk pertama kalinya ketinggalan terlebih dahulu.



Ketinggalan satu gol ini sangat menyengat tim kami. Setelah peluit kick off berbunyi Rekind FC semakin meningkatkan intensitas serangan. Dengan upaya yang cukup alot akhirnya kami berhasil menyamakan kedudukan. Namun sayang, waktu 2x10 menit tidak cukup untuk kami menambah punda-pundi gol. Pertandingan ini pun berakhir dengan skor imbang. Hasil yang cukup fair bagi kami.

Hasil Babak Penyisihan

Hasil untuk seluruh babak penyisihan sebagai berikut :





Dengan hasil 3 kali menang dan satu kali seri, Rekind memuncaki klasemen di Grup D dengan selisih gol yang sangat baik 16 – 3. Untuk keempat kalinya Rekind berhasil menjadi Juara Grup, dan kami bertekad untuk tidak gagal di perempatfinal untuk keempat kalinya pula. Menemani kami, JGC lolos sebagai runner up dan akan menghadapi juara Grup C, IKPT, di perempatfinal. Sedangkan kami akan bertemu runner up Grup C yaitu Lavalin. Pertandingan babak perempatfinal hingga final dan eksibisi tim putri akan dilanjutkan di keesokan harinya.  

(bagian 1 habis – bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar