Setelah edisi futsal EPC Cup sebelumnya
yang hanya sampai perempat final, kali ini saya mendapat kesempatan untuk
bermain di EPC Cup kembali namun dengan membela tim yang berbeda, yaitu tim
futsal Rekayasa Industri FC.
EPC Cup adalah sebuah kompetisi futsal
antar perusahaan yang bergerak di sektor bisnis EPC (Engineering, Procurement,
Construction) seperti Rekayasa Industri, Tripatra, IKPT, Saipem, dll. Hadiahnya
sendiri berupa trophy dan uang tunai. Nominal uangnya sendiri tidak besar (
juara 1 : 2.5jt, juara 2 : 2jt, dan juara 3 : 1.5jt), namun yang terpenting
adalah gengsi nya itu sendiri. Yak, kalau di level instansi memang bukan uang
yang dikejar tapi gengsi. Beda kalau kita bermain di level tarkam, yang dikejar
jelas nominal uang hadiahnya hehe.
Sampai tulisan ini diturunkan, EPC Cup
telah berjalan empat kali dengan juaranya Saipem, Saipem, JGC, dan kali ini
IKPT. Kecenderungan yang terjadi adalah juaranya adalah tuan rumah. Berakhirnya
kompetisi ini semakin mengukuhkan teori bahwa jika ingin menjadi juara di EPC
Cup maka jadilah tuan rumah haha.
Kali ini saya akan berbagi cerita tentang
perjalanan tim saya di EPC Cup 23-24 Juni 2012 @Citos yang kemudian meraih juara 3 (kontribusi pertama saya hehe).
Rekayasa Industri FC
Penggila olahraga sepakbola dan
sebangsanya di Rekind sangat banyak, dan difasilitasi cukup baik oleh
perusahaan dengan latihan bola lapangan gede di MBAU Pancoran dan latihan
futsal di lapangan kantor. Ada pula Home Tournament Futsal dengan peserta
hingga 12 tim. Orang-orang ini menyebut dirinya pemain Rekayasa Industri FC
(punya logo sendiri dan jaket identitas hehe). Seringkali mereka melakukan tur
menuju kota-kota lain untuk ikut pertandingan semacam tarkam. Gairah sepakbola
disini terasa sangat sangat bergelora.
Lucunya dalam rangka menyambut EPC Cup
edisi keempat ini, Rekind FC hanya memiliki waktu persiapan selama 2 minggu
saja. Pemain pun dicomot dari stok pemain lama dan pemain-pemain baru yang
terpantau dari kompetisi home tournament (nah saya dari sini asalnya :D). Saya
sendiri hanya ikut latihan sebanyak dua kali saja. Rekind FC pun mengirim satu
tim beranggotakan 12 orang pemain, dimana 3 orang nya adalah Goalkeeper
(termasuk saya).
Total tim yang ikut serta pada kompetisi
ini sebanyak 18 tim yang kemudian dibagi menjadi 4 group. Setiap Group akan
diambil juara dan runner up. Group A akan bertemu dengan Group B, sedangkan Group
C bertemu Group D. Pembagian groupnya sebagai berikut :
Group A
- 1. EPTCO
- 2. SINGGAR
- 3. SYNERGY
- 4. JP KENNY
Group B
- 1. SAIPEM
- 2. KBR
- 3. PII
- 4. TRIPATRA
Group C
- 1. IKPT
- 2. NISCONI
- 3. TIMAS
- 4. LAVALIN
- 5. IKL
Group D
- 1. JGC
- 2. WORLEY
- 3. TECHNIP
- 4. PETROSEA
- 5. REKIND
Hari pertama kompetisi adalah semua
pertandingan kualifikasi grup, mulai dari jam9 pagi hingga sore. Bagi saya ini
adalah keputusan brilian, karena di kompetisi tahun lalu seluruh kompetisi
habis dalam satu hari! Kebayang dong capek nya!! Kalau sampai final kita harus
bermain futsal sebanyak 6x dalam satu hari, TEPAR. Kualitas pertandingan pun
pasti akan menurun karena para pemain sudah keletihan.
Sedikit shock, ternyata jersey Rekind FC
berwarna Orange. Sebenarnya tidak jelek sih, Orange kan identik dengan Belanda
atau Persija, tapi tetap bagi saya bukan warna yang umum hehe. Setelah
pemanasan dan mendapat arahan dari pelatih, kami pun siap bertanding. FYI di
tiga edisi sebelumnya Rekind FC selalu berhasil menjadi Juara Grup tapi
ironisnya selalu kandas di perempat final.
Nah, para official tim pun menargetkan kami untuk menjadi JUARA!
(padahal baru 2x latihan….)
1st match : Rekind FC vs
Worley
Pertandingan pertama selalu berat bagi
siapapun, bahkan bagi tim sekelas EURO CUP sekalipun. Dan terbukti di
pertandingan pertama ini kami bermain tidak luwes, termasuk saya sendiri. Saya
merasa agak canggung, belum klop sama tim dan badan masih terasa kaku. Gerakan
dan tangkapan saya kurang mulus, masih belum lengket. Sedangkan teman-teman
lain masih terasa kaku saat passing, tidak lengket dan belum dibungkus dengan
kepercayaan diri. Peluang pun banyak yang terbuang sia-sia.
Ada sedikit cerita disini, seorang pemain
Worley berhasil lolos ke sisi kanan pertahanan Rekind FC, saya dengan sigap
langsung menyerbu dan melakukan blocking tackle. Bola berhasil saya rebut dan
saya langsung melakukan serangan balik. Namun peluit wasit berbunyi, supporter
Worley meninggikan suara, semua pemain menoleh ke belakang, dan ternyata pemain
Worley tersebut terkapar akibat terjangan saya. Salah satu pemain Worley, Bule
negro badan besar banget, protes kepada wasit dengan bahasa Indonesia yang
terpatah-patah. Intinya dia protes karena saya dianggapnya melakukan tackle,
sedangkan menurut manual pertandingan tackle tidak diperbolehkan. Pemain yang
terkapar pun protes sambil emosi. Padahal khusus untuk kiper memang dibolehkan
untuk melakukan tackle demi melindungi gawangnya.
Babak pertama pun berakhir dengan skor
imbang 1-1, padahal kalau dilihat dari segi teknik pemain tim kami jauh lebih
baik. Pelatih memberikan instruksi untuk lebih bermain dengan tenang.
Manfaatkan setiap peluang yang didapat, jangan disia-siakan. Dan kemudian babak
kedua kami mulai dengan kepercayaan diri yang tinggi.
Benar saja, di babak kedua ini tim kami
mengamuk. Esha, pemain bernomor 8 dari tim kami, benar-benar lepas kendali
disini. Manuver gocekan nya di sisi kanan pertahanan lawan mengelabui beberapa
pemain dan berhasil dituntaskan dengan tendangan keras kaki kiri menusuk jaring
gawang. Beberapa kali aksinya membuahkan gol yang membangkitkan semangat tim.
Hingga akhirnya kami menutup pertandingan dengan skor telak 8-1.
Beratnya pertandingan pertama berhasil
kami lalui. Beban yang membelenggu di pikiran dan fisik kami pun lenyap
seketika berkat kemenangan telak ini. Kami pun siap menghadapi lawan lain. Tak
lupa tubuh kami re-charge kembali dengan buah-buahan segar seperti jeruk dan
pisang. Kepercayaan diri tim kami semakin tinggi. Berdoa selalu kami lakukan di
awal dan akhir pertandingan untuk mengawali dan mensyukuri hasil pertandingan.
2nd match : Rekind FC vs JGC
Boleh dikatakan inilah pertandingan
terberat kami di penyisihan. JGC adalah tuan rumah sekaligus juara kompetisi di
edisi sebelumnya. Dari awal kami sudah diwanti-wanti untuk menampilkan
permainan terbaik disini. Sebelum melawan kami pun JGC sudah berhasil melibas
lawan-lawan nya dengan skor telak. Tapi kami tak pernah gentar.
Pertandingan dimulai dengan kedua tim
saling berhati-hati. Operan-operan pendek dilakukan di daerah pertahanan
masing-masing, pelan-pelan penuh kesabaran sebelum menangkap peluang untuk
menyerang. JGC sangat mengandalkan penyerangnya (sekilas mirip Safee Sali) yang
mendulang banyak gol di pertandingan sebelumnya. Sedangkan Rekind mengandalkan
rotasi pemainnya yang sangat membingungkan lawan dan kombinasi serangan yang
bervariasi mulai dari operan kaki ke kaki, tusukan melalui sayap, dan lemparan
langsung ke arah kiper. Setelah silih berganti menyerang, bola dari sebuah
tendangan sudut JGC berhasil saya potong
dan langsung saya lempar kedepan. Alhasil dengan sebuah skema serangan balik
yang cantik sebuah gol pun tercipta, 1-0 untuk Rekind FC.
Satu gol ini berhasil menambah mental
pasukan Rekind FC dan ternyata juga meluluh-lantakkan mental tim JGC. Tampak
kualitas permainan mereka menurun sehingga Rekind FC pun dengan leluasa mampu
mendominasi pertandingan. Banyak sekali peluang tercipta yang hampir menambah
punda-pundi gol kami. Sedangkan serangan JGC selalu saja kandas, tekanan ke
gawang saya menjadi jauh berkurang. Hingga akhirnya Rekind FC mampu menambah
skor menjadi 4-0.
Dengan skor yang sudah cukup jauh dan
permainan lawan yang semakin kurang menggigit serta babak kedua yang sudah
berjalan cukup lama, pelatih kami mencoba memasukkan pemain baru untuk
melanjutkan permainan. Saya pun ikut diganti oleh Pak Wono. FYI Pak Wono ini
sendiri sudah tua, prediksi saya beliau sudah masuk 40 tahunan, tapi teknik kiper
nya masih baik, gerak refleksnya pun masih bagus. Di masa mudanya Pak Wono
pernah ikut latihan di klub Indonesia Muda. Pak Wono pun menjadi tempat saya
untuk mencari nasihat dan tips saat bertanding.
Jalannya pertandingan tidak banyak
berubah. JGC sempat memperkecil selisih menjadi 4-1, namun Rekind FC berhasil
menciptakan satu gol tambahan di menit akhir. Kami kemudian mengakhiri
pertandingan dengan skor 5-1, angka yang sangat telak terhadap status lawan
yang merupakan juara bertahan. Dengan
hasil pertandingan ini, kami menunjukkan bahwa kami adalah tim yang kuat dan
solid. Kami sendiri sangat senang dengan hasil ini, beban terberat sudah
terlewati dengan hasil yang sangat baik. Kami pun bersiap untuk pertandingan
berikutnya.
Pertandingan selanjutnya masih 2,5 jam
lagi, untuk menjaga kondisi kami pun mengisi perut dengan ayam goreng fast food
nyam nyam! Senangnya berkat EPC Cup saya bisa makan gratis haha (masih mental
mahasiswa). Suasana tim terasa sangat kondusif, celotehan dan canda saling
berputar mengudara. Kebersamaan di tim ini sudah mulai menuju tren positif,
pertanda yang sangat baik.
3rd match : Rekind FC vs
Petrosea
Petrosea adalah pemain baru di EPC Cup. Kami
sama sekali tidak punya data mengenai mereka. Informasi yang kami tahu hanya
sebatas hasil pertandingan mereka yaitu menang vs Technip dan kalah vs JGC
(tidak ada ada yang bertugas mematai-matai mereka haha). Dengan persiapan
seperti biasa, kami pun siap menghadapi mereka.
Ternyata Petrosea bukan lawan yang mudah,
mereka bermain baik dan disiplin. Defense mereka cukup kokoh. Offense mereka
pun cukup membuat kami kesulitan. Oleh mereka, saya cukup dibuat sibuk jatuh bangun
menyelamatkan gawang. Serangan tim kami seringkali kandas di kaki pemain
belakang bertahan mereka. Tak hanya itu, kami pun ternyata banyak
menyia-nyiakan peluang. Menang besar di dua pertandingan sebelumnya ternyata
membuat barisan penyerang kami terlalu tergesa-gesa dalam melakukan finishing. Babak
pertama berakhir dengan kedudukan sama kuat, 0-0.
Instruksi pelatih untuk babak kedua
adalah : membuat gol, kami ingin menang di pertandingan ini untuk memastikan
langkah kami untuk melaju ke babak berikutnya. Di babak kedua ini kami
membombardir pertahanan Petrosea untuk mencari gol. Kami berupaya dengan segala
cara, termasuk upaya saya melempar bola sekencang-kencangnya ke arah kiper
Petrosea. Namun cara ini tidak cukup bekerja karena kiper Petrosea sangat baik
dalam mengantisipasi bola atas (match sebelumnya berhasil hehe). Alhasil, kami
memusatkan permainan dengan operan pendek dari bawah.
Operan pendek kaki ke kaki ternyata
sangat efektif, Petrosea tertekan dan tidak dapat mengembangkan permainan. Barisan
pemain Rekind benar-benar tidak memberi celah mereka untuk leluasa melakukan
operan. Alhasil mereka mengubah gaya permainan mereka dengan lemparan langsung
kiper ke gawang saya, yang tentunya dapat saya antisipasi dengan baik (mengantisipasi
bola atas adalah kelebihan saya).
Akhirnya gol yang dinanti pun datang, dua
gol berhasil kami ciptakan dalam rentang waktu yang singkat. Unggul 2-0 membuat
kami memperlambat tempo. Pemain, official, dan penonton tampak menjadi lebih
rileks. Skor ini pun tidak berubah hingga peluit akhir berbunyi. Kami pun
bersuka cita, kami sudah pasti lolos ke babak selanjutnya. Tapi target kami
adalah juara grup, sehingga kami pun harus meraih hasil yang baik melawan tim
berikutnya.
4th match : Rekind FC vs Technip
Lawan terakhir di penyisihan adalah
Technip. Catatan pertandingan mereka adalah 1 kali menang, 1 kali seri, dan
sekali kalah. Jadi jika mereka ingin lolos ke babak selanjutnya mereka harus
menang melawan Rekind. Sedangkan kami sendiri cukup bermain seri untuk bisa
lolos sebagai juara grup. Menurut pelatih kami, tim Technip adalah tim penuh
pemain muda yang mengerti cara bermain futsal dengan benar dan saat ini tentu
motivasi mereka untuk lolos sangat tinggi.
Sayangnya, 3 kali kemenangan membuat tim
Rekind menjadi loyo. Permainan kami tidak lagi sebaik di tiga pertandingan
sebelumnya. Koordinasi antar pemain menjadi lebih buruk. Barisan pertahanan
kami terlalu sering memberikan Technip ruang tembak. Saya benar-benar dibawah
tekanan kali ini, Technip sangat sering melepaskan tendangan jarak jauh. Beberapa
mampu saya atasi dengan baik, dan lainnya membuahkan tendangan sudut. Technip
banyak sekali memperoleh tendangan sudut karena memang shoot attempts mereka
sangat banyak yang membentur pemain bertahan Rekind.
Di pertandingan ini, Technip mengurung
kami. Permainan praktis banyak berkutat di pertahanan Rekind. Beberapa variasi
serangan kami coba tampilkan, namun akibat konsentrasi yang sudah jauh menurun
berakibat gagalnya serangan yang sudah dibangun. Bukan gagal karena
diantisipasi oleh pemain bertahan Technip tapi karena gagal karena error dari
pemain Rekind sendiri (salah passing, salah nerima passing, salah komunikasi,
dll). Babak pertama berakhir dengan skor imbang kacamata dengan overall Technip
lebih baik dari kami.
Di babak berdua kami bertekad bermain
lebih sabar dan berusaha mengembalikan performa. Kami bermain dari bawah namun
seringkali saya yang kurang sabar mencoba peruntungan dengan melempar bola
sekencang-kencang nya ke arah kiper lawan. Kali ini giliran kami yang
menghujani pertahanan Technip dengan bertubi-tubi. Namun sayangnya, akibat
keasyikan menyerang dan telat dalam melakukan transisi dari offense ke defense
membuat kami kecolongan satu gol. Bola muntah hasil tepisan saya dari tembakan
jarak dekat berhasil diteruskan oleh pemain Technip. Rekind pun untuk pertama
kalinya ketinggalan terlebih dahulu.
Ketinggalan satu gol ini sangat menyengat
tim kami. Setelah peluit kick off berbunyi Rekind FC semakin meningkatkan
intensitas serangan. Dengan upaya yang cukup alot akhirnya kami berhasil
menyamakan kedudukan. Namun sayang, waktu 2x10 menit tidak cukup untuk kami
menambah punda-pundi gol. Pertandingan ini pun berakhir dengan skor imbang. Hasil
yang cukup fair bagi kami.
Hasil Babak Penyisihan
Hasil untuk seluruh babak penyisihan
sebagai berikut :
Dengan hasil 3 kali menang dan satu kali
seri, Rekind memuncaki klasemen di Grup D dengan selisih gol yang sangat baik
16 – 3. Untuk keempat kalinya Rekind berhasil menjadi Juara Grup, dan kami
bertekad untuk tidak gagal di perempatfinal untuk keempat kalinya pula. Menemani
kami, JGC lolos sebagai runner up dan akan menghadapi juara Grup C, IKPT, di
perempatfinal. Sedangkan kami akan bertemu runner up Grup C yaitu Lavalin. Pertandingan
babak perempatfinal hingga final dan eksibisi tim putri akan dilanjutkan di
keesokan harinya.
(bagian 1 habis – bersambung)


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar