Kamis, 05 Juli 2012

4TH FUTSAL EPC CUP 2012 (Bagian 2 - Habis)


Quarterfinal : Rekind FC vs Lavalin

Pertandingan perempat final pada pukul 09.35 tepatnya setelah pertandingan perempatfinal antara IKPT vs JGC yang dimenangkan oleh IKPT dengan skor 5-2. Di lapangan sebelah Tripatra berhasil unggul lewal lwat pertandingan sengit vs EPTCO yang berakhir dengan skor 3-2.

Kali ini tim kami memakai seragam baru, seragam kebanggaan Rekind berwarna merah menyala. Seluruh pemain memakai seragam yang baru, sedangkan saya masih memakai seragam yang sama persis dengan kemarin hehe. Entah kenapa, sejak dulu saya tidak pernah mencuci seragam yang saya pakai sampai kompetisi selesai, tapi hanya untuk kompetisi yang paling lama berlangsung 3 hari saja loh hehe. Eh pernah seminggu deng gak dicuci :P


Sebelum menjejakkan kaki di lapangan pertandingan, kami berdoa dengan khusyuk berharap untuk diberikan kemudahan dalam pertandingan ini. Kami tidak ingin terhenti untuk keempat kalinya di perempatfinal, kami ingin JUARA!! REKIND……HOUGHHHH!!!

Pertandingan ini diawali dengan operan pendek dari area pertahanan. Kombinasi operan pendek one-two cukup mendominasi alur serangan kami. Dedi sebagai jangkar di belakang bertugas mengatur pola serangan Rekind FC, member sinyal kapan mulai menyerang. Serangan berjalan cukup baik melawan Lavalin, lancar bagaikan air terjun.


Namun entah kenapa Rekind masih kesulitan untuk membuka skor, alur serangan yang apik terpaksa kandas oleh finishing yang buruk. Entah berapa peluang terbuang percuma. Lavalin sendiri tidak banyak melakukan serangan, beberapa kali umpan mereka melaju terlalu deras ke arah saya sehingga dengan mudah saya bisa mengamankan bola. Walaupun sempat mereka berhasil lolos dari penjagaan dan melepaskan tembakan dari jarak sangat dekat yang walau cukup lemah tidak berhasil saya tangkap dengan sempurna, untungnya bola rebound-nya hanya disambar lemah oleh penyerang Lavalin dan berhasil saya amankan.

Setelah berupaya cukup keras, kami akhirnya bisa membuka skor lewat sedikit kemelut di depan gawang Lavalin. Seperti biasa, satu gol ini membuat kami menjadi lebih rileks dan lebih sabar dalam menyerang. Tak lama kemudian, Deka yang baru saja masuk mampu menambah skor menjadi 2-0. Deka yang berhasil lepas dari kawalan lawan di sisi kanan pertahanan lawan berhasil mengontrol umpan cerdik dari Dedi dan melepaskan tembakan keras ke sisi kiri atas kiper. Babak pertama pun berakhir dan berhasil kami lalui dengan baik.


Di babak kedua, Lavalin mengubah gaya bermain mereka. Mereka menempatkan satu pemain yang bermain post di tepat di luar kotak penalti di depan saya. Pemain ini cukup besar dan tidak pernah berpindah kecuali untuk bertahan. Kondisi ini sangat menyulitkan saya karena saya sulit melihat bola. Satu pemain lawan yang ditempel Dedi ini benar-benar membatasi pandangan saya. Dedi sendiri semakin lama semakin kewalahan menjaganya karena kalah postur.

Lavalin semakin sering berspekulasi dengan tembakan jarak jauh yang seringkali membentur pemain bertahan dan menghasilkan tendangan sudut. Saat tendangan sudut, dua pemain Lavalin menempatkan dirinya di depan kotak pinalti sebagai decoy, sedangkan bola selalu diberikan ke garis tengah lapangan yang langsung disambut dengan tembakan keras. Gaya ini mereka lakukan berulang kali dan tidak diantisipasi oleh pemain depan Rekind, mungkin karena skor sudah 2-0 membuat naluri bertahan menjadi berkurang.

Tak pelak, lewat tendangan sudut untuk yang kesekian kalinya, Lavalin berhasil memperkecil selisih menjadi 2-1. Bola yang diarahkan ke garis tengah ditembak mendatar ke arah kerumunan orang didepan gawang dan bagaikan permainan pinball memantul mengenai pemain Lavalin, berubah arah dan masuk ke gawang tanpa saya bisa bereaksi sedikitpun. Gol macam biji karambol.

Tersengat dengan gol balasan Lavalin, Rekind semakin bersemangat menyerang. Tekanan ke gawang Lavalin semakin bertambah. Dan lewat kombinasi hampir ala tiki-taka juara Eropa, Spanyol, kami berhasil menambah gol. Hingga akhir pertandingan, skor tidak berubah, 3-1 untuk kemenangan Rekind FC.

YEAH!! Akhirnya kutukan perempatfinal berhasil kami lewati. Dan lawan terberat sudah menunggu kami di semifinal yaitu IKPT. Sedangkan di lapangan sebelah, Saipem berhasil lolos ke semifinal setelah mengalahkan JP Kenny dengan skor 4-2. Saipem akan melawan Tripatra, lucunya mereka pernah saling berhadapan di penyisihan grup.  Sepertinya ada kesalahan dalam pengaturan skema pertandingan, harusnya tim yang berada di satu grup akan bertemu lagi fika keduanya lolos ke final atau perebutan juara 3.

Pertandingan selanjutnya adalah eksibisi Futsal Putri dengan jumlah peserta 4 tim, yaitu Tripatra, Technip, IKPT, dan satu tim lagi saya lupa namanya hehe.

Semifinal : Rekind FC vs IKPT

Yak dari semua peserta EPC CUP, IKPT lah lawan terberat. Mereka adalah favorit juara, unggulan pertama. Materi pemain IKPT sangat bagus, muda, bertenaga, dan skillful. Mereka juga dipimpin oleh seorang bapak berjenggot yang sudah tua namun semua orang mengakui bahwa dia sangat sangat hebat. Permainannya tenang dan fisiknya masih bagus walaupun sudah sangat berumur untuk ukuran pemain bola.

Kerjasama tim IKPT pun sangat bagus, mereka selalu menang di setiap pertandingannya alias sapu bersih. Rekind FC dan IKPT pernah saling berhadapan (sparring) sebelumnya dan IKPT berhasil menang dari kami dengan skor mencolok 5-0. Mungkin karena semua faktor itulah mereka berani menjadi tuan rumah dan mempercepat jadwal pelaksanaan kompetisi yang sebenarnya bentrok dengan EURO CUP. Edisi sebelumnya dilaksanakan pada bulan November.

Materi pemain IKPT tidak sembarangan, salah seorang rekan tim saya semasa kuliah (tim HMS) ikut memperkuat IKPT dimana statusnya dulu adalah pemain timnas futsal ITB. Sulitnya sudah kebayang di tim kami, tapi kami berupaya menghilangkan itu karena kami juga adalah tim yang solid.

Instruksi pelatih sebelum pertandingan lebih banyak tentang motivasi, sedangkan strateginya adalah bermain tenang dan manfaat peluang se-efektif mungkin. Kami tidak boleh lengah sedikitpun, tim harus bermain sebagai sebuah kesatuan : menyerang dan bertahan bersama-sama seirama.



Sejak peluit babak pertama berbunyi, permainan kualitas tinggi saling dihadirkan oleh kedua tim. Serangan dan pertahanan sama ketatnya, seluruh pemain dan official tampak tegang sampai-sampai lupa untuk mengambil foto selama pertandingan berlangsung. Penonton pun bergerombol riuh menikmati pertandingan. Fokus ada pada pertandingan ini.

Harus diakui, IKPT lebih unggul dalam penguasaan bola. Mereka membangun serangan dengan baik dari lini pertahanan memanfaatkan lebar lapangan. Sedangkan Rekind banyak bermain di sisi tengah lapangan dengan sesekali melepaskan tembakan jarak jauh. IKPT juga menempatkan satu pemainnya di depan gawang, sama seperti Lavalin di pertandingan sebelumnya. Akibatnya saya menjadi sulit melihat bola. Hingga tiba-tiba pemain IKPT melepaskan tembakan dari tengah lapangan yang tidak bisa saya lihat kapan ditendangnya dan meluncur masuk ke sisi kiri bawah gawang tanpa saya bisa bereaksi sedikitpun, 1-0 untuk IKPT bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin keras. Seringkali pemain dari kedua kubu saling berjibaku hingga jatuh. Tackling pun biasa terjadi.  Permainan sangat alot di lini tengah, tembakan kea rah gawang jarang terjadi di menit-menit awal babak kedua. Pertarungan lebih banyak terjadi di garis tengah lapangan. Sesekali saya mencoba melempar bola dengan kencang ke arah gawang IKPT yang berhasil menghasilkan kemelut namun belum cukup menghasilkan gol.

Tak lama, salah seorang pemain IKPT meliuk-liuk di sisi kiri pertahanan Rekind berhasil melewati 2 pemain (dengan spektakuler) dan melepaskan tendangan yang sangat kencang dari sudut sempit! Bola pun meluncur keras beberapa centimeter di atas kepala saya dan gol! Lagi-lagi saya tidak bereaksi. Kami ketinggalan 2-0!

Ketinggalan 2-0 tampaknya membuat mental Rekind FC menjadi drop dan IKPT menjadi lebih percaya diri. Mereka pun lebih leluasa menyerang, menambah tekanan ke gawang kami. Namun, keasyikan menyerang, kami berhasil memperkecil selisih menjadi 1-2 lewat serangan cepat. Pertandingan kembali menjadi alot.

Pertandingan kemudian menjadi semakin terbuka, kedua kubu menjadi lebih sering melepaskan tembakan. Akan tetapi tanpa disangka, seorang pemain IKPT berhasil lepas dari jagaan pemain belakang dan dalam posisi ideal, sedikit di luar kotak pinalti, melepaskan tembakan. Sebelum itu, dengan sigap saya maju menutup ruang tembak, begitu pula Agung yang segera melakukan blocking tackle untuk menahan laju bola. Bola yang diarahkan ke sisi kiri bawah berhasil tertahan, tapi anehnya bola malah bergulir ke sisi kanan gawang! (padahal ditendang ke kiri). Bola liar hasil rebound itupun langsung disambut pemain IKPT yang tak terkawal. Lagi-lagi skor bertambah menjadi 3-1.

Tapi Rekind langsung membalas! Sesaat setelah sentuhan pertama kick-off, bola langsung ditembak oleh Ferry ke sisi kanan gawang IKPT, dan GOL!! 2-3!! Luar biasa!!! Proses gol yang sangat singkat! Semangat kami semakin bertambah! IKPT menjadi tertekan, dan kami semakin gencar menyerang. Kali ini saya semakin sering melepas lemparan kencang ke arah gawang IKPT.

Ibarat gayung bersambut, lewat sebuah kemelut di depan gawang, Azis berhasil mencetak gol!!!! Skor menjadi 3-3!!!! Pemain bench dan Offisial kami larut dalam semangat. IKPT pun tersengat, kedua tim silih berganti menyerang, silih berganti melepas tembakan, silih berganti terjatuh, silih berganti tersengat emosi, membuat penonton menjadi gemas. Keributan sempat terjadi saat kiper IKPT melakukan gerakan yang membahayakan pemain Rekind, pertandingan semakin panas! Riuh penonton yang terkesima dengan pertandingan ini mulai mengeluarkan suara untuk mendukung kedua tim.

Tak lama, mirip dengan kondisi gol ketiga IKPT, pemain IKPT yang terlepas dari jagaan, lagi-lagi di posisi tengah sedikit di luar kotak pinalti, dengan cepat melepaskan tendangan keras mendatar. Seorang pemain bertahan Rekind melakukan blocking tackle, bola menyentuh kakinya dan berubah arah, bola berotasi liar ke sisi kanan gawang. Celakanya saya sudah dalam posisi maju kedepan untuk menutup ruang tembak, dan bola melewati saya yang telah mati langkah lalu masuk ke dalam gawang! Skor menjadi 4-3 untuk IKPT.

Dengan sisa waktu yang tak lama lagi, Rekind FC pun melakukan serangan total ke gawang IKPT. Habis-habisan kami menyerang, melepaskan tembakan bertubi-tubi, hingga memasukkan pemain bernaluri menyerang lebih banyak. Namun sayang, peluit akhir berbunyi untuk kemenangan IKPT. Kami kalah!

Kalah lewat pertandingan yang sangat sengit membuat hati kami sesak. Mungkin kami bisa saja menang pada pertandingan itu. Saya sendiri merasa kurang puas dengan penampilan saya. Tapi hasil tetap hasil, dan kami patut bangga karena kalah lewat pertarungan yang alot. Kedua tim telah memberi yang terbaik.

Di lapangan sebelah, rematch antara Tripatra vs Saipem kembali dimenangkan oleh Saipem dengan skor 3-6. Dan Rekind FC akan menghadapi  Tripatra di perebutan juara ketiga. Wah saya agak dilematis disini, karena Tripatra adalah tim saya di edisi sebelumnya. Dan pemainnya adalah teman-teman saya semua. Namun seorang pemain harus professional dong :D

Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan final eksibisi futsal putri antara Tripatra melawan Technip. Pertandingan ini berlangsung tak kalah alot. Namun Tim Putri Tripatra harus mengakui kehebatan dari Tim Technip. Selamat untuk keduanya!

3rd Place : Rekind FC vs Tripatra

Sampai awal bulan Mei, saya masih latihan futsal di tim Tripatra. Lalu sekarang saya harus menghadapi Tripatra di perebutan juara 3. Hmmm, kok bisa ya saling bertemu? Kebetulan yang tak bisa dielakkan.

Saya dengan tim Tripatra di 3rd EPC CUP 2011

Komposisi pemain Tripatra tidak banyak berubah, mayoritas masih pemain lama. Pemain baru hanya beberapa saja. Tim Tripatra terdiri dari engineer-engineer muda yang bergairah. Dengan sukses menembus semifinal, tim Tripatra jelas tak bisa dianggap remeh. Mereka sendiri selalu berlatih rutin setiap Senin di lapangan ini, sedangkan kami hanya latihan 2 kali. Rekind FC masih harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan.

Pertandingan dimulai dengan kedua tim bermain penuh hati-hati. Rekind FC lebih banyak memegang kendali permainan. Tiki-taka ala Spanyol yang tak muncul saat melawan IKPT muncul kembali di pertandingan ini. Beberapa kali Rekind melalui Esha melepaskan tendangan keras, tapi masih sanggup di tip oleh kiper Tripatra, Rega. Di pertandingan ini, Rega bermain cukup gemilang. Peluang kami banyak dimentahkan olehnya.

Namun tak lama, Rekind berhasil mencetak gol pertamanya, skor berubah menjadi 1-0. Tripatra berusaha membalas walau aliran bola mereka selalu kandas di sepertiga lapangan. Serangan mereka terpusat di tengah, kurang variasi seakan bingung bagaimana mau menyerang. Mereka lebih mengandalkan serangan balik.

Kemudian Rekind pun berhasil menambah rekening golnya. Sebuah upaya yang cukup keren dari Deka, tembakan kerasnya  lurus ke gawang berhasil ditepis oleh Rega namun pantulan bola kembali mengarah ke Deka yang kemudian menyambutnya dengan tembakan keras untuk kedua kalinya!!! Bola meluncur deras masuk ke gawang.

Sayangnya saja, unggul 2-0 membuat permainan Rekind menurun. Pemain belakang menjadi lengah menjaga lawan. Dan dalam waktu singkat, Tripatra berhasilnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat pemain yang tiba-tiba tak terkawal. Babak pertama berakhir dengan skor sama kuat.


Di babak kedua, pemain Rekind menjadi panas. Tidak terima kebobolan 2 gol dalam waktu singkat, kami pun menyerang dengan ganasnya. Dan lewat kombinasi apik Esha-Agung, kami berhasil menambah gol menjadi 4-2. Namun lagi-lagi Tripatra berhasil memperkecil selisih akibat kelengahan pemain belakang, skor berubah menjadi 4-3. Kemudian hingga peluit akhir berbunyi, kami mengakhiri kompetisi ini dengan kemenangan. Juara 3 terasa sangat luar biasa melihat persiapan kami yang sangat minim! Selamat!!!!! 



Zul (defender)


Ersa (goal keeper)


Ferry (striker)


Azis (striker)


Dedi (defender)


Esha (midfielder)

Pak Ketut (manager & GK coach)


Team and Officials


Berikut hasil pertandingan selengkapnya dari 4th EPC CUP 2012. Kompetisi selanjutnya akan diselenggarakan oleh Rekind. Mudah-mudahan siklus tuan rumah menjadi juara tetap bertahan hehe.


Lalu kompetisi ini kami tutup dengan syukuran makan-makan nabung lemak di RM Padang yang sederhana hahaha. Sampai ketemu lagi tahun depan!!!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar