Quarterfinal : Rekind FC vs Lavalin
Pertandingan perempat final pada pukul
09.35 tepatnya setelah pertandingan perempatfinal antara IKPT vs JGC yang
dimenangkan oleh IKPT dengan skor 5-2. Di lapangan sebelah Tripatra berhasil
unggul lewal lwat pertandingan sengit vs EPTCO yang berakhir dengan skor 3-2.
Kali ini tim kami memakai seragam baru,
seragam kebanggaan Rekind berwarna merah menyala. Seluruh pemain memakai
seragam yang baru, sedangkan saya masih memakai seragam yang sama persis dengan
kemarin hehe. Entah kenapa, sejak dulu saya tidak pernah mencuci seragam yang
saya pakai sampai kompetisi selesai, tapi hanya untuk kompetisi yang paling
lama berlangsung 3 hari saja loh hehe. Eh pernah seminggu deng gak dicuci :P
Sebelum menjejakkan kaki di lapangan pertandingan, kami berdoa dengan khusyuk berharap untuk diberikan kemudahan dalam pertandingan ini. Kami tidak ingin terhenti untuk keempat kalinya di perempatfinal, kami ingin JUARA!! REKIND……HOUGHHHH!!!
Pertandingan ini diawali dengan operan
pendek dari area pertahanan. Kombinasi operan pendek one-two cukup mendominasi
alur serangan kami. Dedi sebagai jangkar di belakang bertugas mengatur pola
serangan Rekind FC, member sinyal kapan mulai menyerang. Serangan berjalan
cukup baik melawan Lavalin, lancar bagaikan air terjun.
Namun entah kenapa Rekind masih kesulitan
untuk membuka skor, alur serangan yang apik terpaksa kandas oleh finishing yang
buruk. Entah berapa peluang terbuang percuma. Lavalin sendiri tidak banyak
melakukan serangan, beberapa kali umpan mereka melaju terlalu deras ke arah
saya sehingga dengan mudah saya bisa mengamankan bola. Walaupun sempat mereka
berhasil lolos dari penjagaan dan melepaskan tembakan dari jarak sangat dekat
yang walau cukup lemah tidak berhasil saya tangkap dengan sempurna, untungnya
bola rebound-nya hanya disambar lemah oleh penyerang Lavalin dan berhasil saya
amankan.
Setelah berupaya cukup keras, kami
akhirnya bisa membuka skor lewat sedikit kemelut di depan gawang Lavalin. Seperti
biasa, satu gol ini membuat kami menjadi lebih rileks dan lebih sabar dalam
menyerang. Tak lama kemudian, Deka yang baru saja masuk mampu menambah skor
menjadi 2-0. Deka yang berhasil lepas dari kawalan lawan di sisi kanan
pertahanan lawan berhasil mengontrol umpan cerdik dari Dedi dan melepaskan
tembakan keras ke sisi kiri atas kiper. Babak pertama pun berakhir dan berhasil
kami lalui dengan baik.
Di babak kedua, Lavalin mengubah gaya
bermain mereka. Mereka menempatkan satu pemain yang bermain post di tepat di
luar kotak penalti di depan saya. Pemain ini cukup besar dan tidak pernah
berpindah kecuali untuk bertahan. Kondisi ini sangat menyulitkan saya karena
saya sulit melihat bola. Satu pemain lawan yang ditempel Dedi ini benar-benar
membatasi pandangan saya. Dedi sendiri semakin lama semakin kewalahan
menjaganya karena kalah postur.
Lavalin semakin sering berspekulasi
dengan tembakan jarak jauh yang seringkali membentur pemain bertahan dan
menghasilkan tendangan sudut. Saat tendangan sudut, dua pemain Lavalin
menempatkan dirinya di depan kotak pinalti sebagai decoy, sedangkan bola selalu
diberikan ke garis tengah lapangan yang langsung disambut dengan tembakan
keras. Gaya ini mereka lakukan berulang kali dan tidak diantisipasi oleh pemain
depan Rekind, mungkin karena skor sudah 2-0 membuat naluri bertahan menjadi
berkurang.
Tak pelak, lewat tendangan sudut untuk
yang kesekian kalinya, Lavalin berhasil memperkecil selisih menjadi 2-1. Bola yang
diarahkan ke garis tengah ditembak mendatar ke arah kerumunan orang didepan
gawang dan bagaikan permainan pinball memantul mengenai pemain Lavalin, berubah
arah dan masuk ke gawang tanpa saya bisa bereaksi sedikitpun. Gol macam biji
karambol.
Tersengat dengan gol balasan Lavalin,
Rekind semakin bersemangat menyerang. Tekanan ke gawang Lavalin semakin
bertambah. Dan lewat kombinasi hampir ala tiki-taka juara Eropa, Spanyol, kami
berhasil menambah gol. Hingga akhir pertandingan, skor tidak berubah, 3-1 untuk
kemenangan Rekind FC.
YEAH!! Akhirnya kutukan perempatfinal
berhasil kami lewati. Dan lawan terberat sudah menunggu kami di semifinal yaitu
IKPT. Sedangkan di lapangan sebelah, Saipem berhasil lolos ke semifinal setelah
mengalahkan JP Kenny dengan skor 4-2. Saipem akan melawan Tripatra, lucunya
mereka pernah saling berhadapan di penyisihan grup. Sepertinya ada kesalahan dalam pengaturan
skema pertandingan, harusnya tim yang berada di satu grup akan bertemu lagi
fika keduanya lolos ke final atau perebutan juara 3.
Pertandingan selanjutnya adalah eksibisi
Futsal Putri dengan jumlah peserta 4 tim, yaitu Tripatra, Technip, IKPT, dan
satu tim lagi saya lupa namanya hehe.
Semifinal : Rekind FC vs IKPT
Yak dari semua peserta EPC CUP, IKPT lah
lawan terberat. Mereka adalah favorit juara, unggulan pertama. Materi pemain
IKPT sangat bagus, muda, bertenaga, dan skillful. Mereka juga dipimpin oleh
seorang bapak berjenggot yang sudah tua namun semua orang mengakui bahwa dia
sangat sangat hebat. Permainannya tenang dan fisiknya masih bagus walaupun
sudah sangat berumur untuk ukuran pemain bola.
Kerjasama tim IKPT pun sangat bagus,
mereka selalu menang di setiap pertandingannya alias sapu bersih. Rekind FC dan
IKPT pernah saling berhadapan (sparring) sebelumnya dan IKPT berhasil menang
dari kami dengan skor mencolok 5-0. Mungkin karena semua faktor itulah mereka
berani menjadi tuan rumah dan mempercepat jadwal pelaksanaan kompetisi yang
sebenarnya bentrok dengan EURO CUP. Edisi sebelumnya dilaksanakan pada bulan
November.
Materi pemain IKPT tidak sembarangan,
salah seorang rekan tim saya semasa kuliah (tim HMS) ikut memperkuat IKPT
dimana statusnya dulu adalah pemain timnas futsal ITB. Sulitnya sudah kebayang
di tim kami, tapi kami berupaya menghilangkan itu karena kami juga adalah tim
yang solid.
Instruksi pelatih sebelum pertandingan
lebih banyak tentang motivasi, sedangkan strateginya adalah bermain tenang dan
manfaat peluang se-efektif mungkin. Kami tidak boleh lengah sedikitpun, tim
harus bermain sebagai sebuah kesatuan : menyerang dan bertahan bersama-sama
seirama.
Sejak peluit babak pertama berbunyi,
permainan kualitas tinggi saling dihadirkan oleh kedua tim. Serangan dan
pertahanan sama ketatnya, seluruh pemain dan official tampak tegang sampai-sampai
lupa untuk mengambil foto selama pertandingan berlangsung. Penonton pun
bergerombol riuh menikmati pertandingan. Fokus ada pada pertandingan ini.
Harus diakui, IKPT lebih unggul dalam
penguasaan bola. Mereka membangun serangan dengan baik dari lini pertahanan
memanfaatkan lebar lapangan. Sedangkan Rekind banyak bermain di sisi tengah
lapangan dengan sesekali melepaskan tembakan jarak jauh. IKPT juga menempatkan
satu pemainnya di depan gawang, sama seperti Lavalin di pertandingan
sebelumnya. Akibatnya saya menjadi sulit melihat bola. Hingga tiba-tiba pemain
IKPT melepaskan tembakan dari tengah lapangan yang tidak bisa saya lihat kapan
ditendangnya dan meluncur masuk ke sisi kiri bawah gawang tanpa saya bisa
bereaksi sedikitpun, 1-0 untuk IKPT bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, pertandingan
berjalan semakin keras. Seringkali pemain dari kedua kubu saling berjibaku
hingga jatuh. Tackling pun biasa terjadi.
Permainan sangat alot di lini tengah, tembakan kea rah gawang jarang
terjadi di menit-menit awal babak kedua. Pertarungan lebih banyak terjadi di
garis tengah lapangan. Sesekali saya mencoba melempar bola dengan kencang ke
arah gawang IKPT yang berhasil menghasilkan kemelut namun belum cukup
menghasilkan gol.
Tak lama, salah seorang pemain IKPT
meliuk-liuk di sisi kiri pertahanan Rekind berhasil melewati 2 pemain (dengan
spektakuler) dan melepaskan tendangan yang sangat kencang dari sudut sempit! Bola
pun meluncur keras beberapa centimeter di atas kepala saya dan gol! Lagi-lagi
saya tidak bereaksi. Kami ketinggalan 2-0!
Ketinggalan 2-0 tampaknya membuat mental
Rekind FC menjadi drop dan IKPT menjadi lebih percaya diri. Mereka pun lebih
leluasa menyerang, menambah tekanan ke gawang kami. Namun, keasyikan menyerang,
kami berhasil memperkecil selisih menjadi 1-2 lewat serangan cepat. Pertandingan
kembali menjadi alot.
Pertandingan kemudian menjadi semakin
terbuka, kedua kubu menjadi lebih sering melepaskan tembakan. Akan tetapi tanpa
disangka, seorang pemain IKPT berhasil lepas dari jagaan pemain belakang dan
dalam posisi ideal, sedikit di luar kotak pinalti, melepaskan tembakan. Sebelum
itu, dengan sigap saya maju menutup ruang tembak, begitu pula Agung yang segera
melakukan blocking tackle untuk menahan laju bola. Bola yang diarahkan ke sisi
kiri bawah berhasil tertahan, tapi anehnya bola malah bergulir ke sisi kanan
gawang! (padahal ditendang ke kiri). Bola liar hasil rebound itupun langsung
disambut pemain IKPT yang tak terkawal. Lagi-lagi skor bertambah menjadi 3-1.
Tapi Rekind langsung membalas! Sesaat setelah
sentuhan pertama kick-off, bola langsung ditembak oleh Ferry ke sisi kanan
gawang IKPT, dan GOL!! 2-3!! Luar biasa!!! Proses gol yang sangat singkat! Semangat
kami semakin bertambah! IKPT menjadi tertekan, dan kami semakin gencar menyerang.
Kali ini saya semakin sering melepas lemparan kencang ke arah gawang IKPT.
Ibarat gayung bersambut, lewat sebuah
kemelut di depan gawang, Azis berhasil mencetak gol!!!! Skor menjadi 3-3!!!! Pemain
bench dan Offisial kami larut dalam semangat. IKPT pun tersengat, kedua tim
silih berganti menyerang, silih berganti melepas tembakan, silih berganti
terjatuh, silih berganti tersengat emosi, membuat penonton menjadi gemas. Keributan
sempat terjadi saat kiper IKPT melakukan gerakan yang membahayakan pemain Rekind,
pertandingan semakin panas! Riuh penonton yang terkesima dengan pertandingan
ini mulai mengeluarkan suara untuk mendukung kedua tim.
Tak lama, mirip dengan kondisi gol ketiga
IKPT, pemain IKPT yang terlepas dari jagaan, lagi-lagi di posisi tengah sedikit
di luar kotak pinalti, dengan cepat melepaskan tendangan keras mendatar. Seorang
pemain bertahan Rekind melakukan blocking tackle, bola menyentuh kakinya dan
berubah arah, bola berotasi liar ke sisi kanan gawang. Celakanya saya sudah
dalam posisi maju kedepan untuk menutup ruang tembak, dan bola melewati saya
yang telah mati langkah lalu masuk ke dalam gawang! Skor menjadi 4-3 untuk
IKPT.
Dengan sisa waktu yang tak lama lagi,
Rekind FC pun melakukan serangan total ke gawang IKPT. Habis-habisan kami
menyerang, melepaskan tembakan bertubi-tubi, hingga memasukkan pemain bernaluri
menyerang lebih banyak. Namun sayang, peluit akhir berbunyi untuk kemenangan
IKPT. Kami kalah!
Kalah lewat pertandingan yang sangat
sengit membuat hati kami sesak. Mungkin kami bisa saja menang pada pertandingan
itu. Saya sendiri merasa kurang puas dengan penampilan saya. Tapi hasil tetap
hasil, dan kami patut bangga karena kalah lewat pertarungan yang alot. Kedua tim
telah memberi yang terbaik.
Di lapangan sebelah, rematch antara
Tripatra vs Saipem kembali dimenangkan oleh Saipem dengan skor 3-6. Dan Rekind
FC akan menghadapi Tripatra di perebutan
juara ketiga. Wah saya agak dilematis disini, karena Tripatra adalah tim saya
di edisi sebelumnya. Dan pemainnya adalah teman-teman saya semua. Namun seorang
pemain harus professional dong :D
Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan
final eksibisi futsal putri antara Tripatra melawan Technip. Pertandingan ini
berlangsung tak kalah alot. Namun Tim Putri Tripatra harus mengakui kehebatan
dari Tim Technip. Selamat untuk keduanya!
3rd Place : Rekind FC vs
Tripatra
Sampai awal bulan Mei, saya masih latihan
futsal di tim Tripatra. Lalu sekarang saya harus menghadapi Tripatra di
perebutan juara 3. Hmmm, kok bisa ya saling bertemu? Kebetulan yang tak bisa
dielakkan.
Saya dengan tim Tripatra di 3rd EPC CUP 2011
Komposisi pemain Tripatra tidak banyak
berubah, mayoritas masih pemain lama. Pemain baru hanya beberapa saja. Tim
Tripatra terdiri dari engineer-engineer muda yang bergairah. Dengan sukses
menembus semifinal, tim Tripatra jelas tak bisa dianggap remeh. Mereka sendiri
selalu berlatih rutin setiap Senin di lapangan ini, sedangkan kami hanya
latihan 2 kali. Rekind FC masih harus bekerja keras untuk mengamankan
kemenangan.
Pertandingan dimulai dengan kedua tim
bermain penuh hati-hati. Rekind FC lebih banyak memegang kendali permainan. Tiki-taka
ala Spanyol yang tak muncul saat melawan IKPT muncul kembali di pertandingan
ini. Beberapa kali Rekind melalui Esha melepaskan tendangan keras, tapi masih
sanggup di tip oleh kiper Tripatra, Rega. Di pertandingan ini, Rega bermain
cukup gemilang. Peluang kami banyak dimentahkan olehnya.
Namun tak lama, Rekind berhasil mencetak
gol pertamanya, skor berubah menjadi 1-0. Tripatra berusaha membalas walau
aliran bola mereka selalu kandas di sepertiga lapangan. Serangan mereka
terpusat di tengah, kurang variasi seakan bingung bagaimana mau menyerang. Mereka
lebih mengandalkan serangan balik.
Kemudian Rekind pun berhasil menambah
rekening golnya. Sebuah upaya yang cukup keren dari Deka, tembakan kerasnya lurus ke gawang berhasil ditepis oleh Rega
namun pantulan bola kembali mengarah ke Deka yang kemudian menyambutnya dengan tembakan
keras untuk kedua kalinya!!! Bola meluncur deras masuk ke gawang.
Sayangnya saja, unggul 2-0 membuat
permainan Rekind menurun. Pemain belakang menjadi lengah menjaga lawan. Dan dalam
waktu singkat, Tripatra berhasilnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat
pemain yang tiba-tiba tak terkawal. Babak pertama berakhir dengan skor sama
kuat.
Di babak kedua, pemain Rekind menjadi
panas. Tidak terima kebobolan 2 gol dalam waktu singkat, kami pun menyerang
dengan ganasnya. Dan lewat kombinasi apik Esha-Agung, kami berhasil menambah
gol menjadi 4-2. Namun lagi-lagi Tripatra berhasil memperkecil selisih akibat
kelengahan pemain belakang, skor berubah menjadi 4-3. Kemudian hingga peluit
akhir berbunyi, kami mengakhiri kompetisi ini dengan kemenangan. Juara 3 terasa
sangat luar biasa melihat persiapan kami yang sangat minim! Selamat!!!!!
Berikut hasil pertandingan selengkapnya dari
4th EPC CUP 2012. Kompetisi selanjutnya akan diselenggarakan oleh
Rekind. Mudah-mudahan siklus tuan rumah menjadi juara tetap bertahan hehe.
Lalu kompetisi ini kami tutup dengan
syukuran makan-makan nabung lemak di RM Padang yang sederhana hahaha. Sampai ketemu lagi
tahun depan!!!
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar