Minggu, 03 Juni 2012

My First Summit : Merbabu (bagian 1)


Sedikit flashback, saya ingin bercerita tentang pendakian pertama saya di Gunung Merbabu. Kebetulan karena ini sebenarnya adalah tulisan pertama saya jadi tampak panjang banget (yak, ini beneran kebetulan!). Sama seperti cerita Rakutak, cerita ini terbagi menjadi  6 bagian. Semoga anda tidak muntah-muntah membacanya...

....................................................................................................
Naik gunung itu sebenarnya adalah salah satu wish list saya di tahun 2011, selain ke luar negeri dan ikut turnamen kaya di kampus lagi. Oke tujuan sebenar nya adalah naik Semeru dan Bromo, namun apa daya status gunung tsb ternyata sedang bahaya. Okelah tujuan dialihkan ke Gunung Merbabu, Magelang, Jawa Tengah. Buat saya yang penting judulnya naik gunung hehe.



Perjalanan di lakukan pada tanggal 22-25 Maret 2012 yg kebetulan long weekend (jumat nya libur). Tapi sayang karena jadwal bus berangkat hanya pada pukul 4 sore, hari kamis nya saya terpaksa unpaid leave (gaji dipotong huhu). Setelah menyiapkan semua keperluan termasuk belanja buat perlengkapan di siang hari nya, jam 3 sore kami berangkat ke terminal Lebakbulus. Note : modal saya di perjalanan ini adalah sandal gunung seharga 73rb, celana gunung 51rb, dan senter kecil 20rb. Serta barang pinjaman berupa sleeping bag, carrier, dan matras.

Rombongan berjumlah 11 orang dengan 9 orang adalah temen kantor (tripatra), dan yg lebih spesial adalah 8 orang nya HMS! Kesebelasan ini terdiri dari : saya, Halik, Arie Pompom, Devi, Frensie, Ori, Berli, Rega, Kancrid, Isser, dan Tepe. Ditambah Momot yang kebetulan mau ke Yogyakarta. Isser dan Tepe berangkat dari Bandung dengan kereta. Sesampainya di terminal Lebakbulus, perut kami isi dulu di warung nasi. Jam 17.00 bus kami, Ramayana bisnis 2-2 seat Jakarta – Yogyakarta seharga 125rb, mulai bergerak menuju Magelang.

Sekitar jam 9 malam, bus berhenti di rumah makan Markoni Subang. Dan rumah makan ini dengan sukses bikin saya kesal minta ampun. Gimana ga kesal klo elu kencing dan harus bayar 2rb, ya 2 RIBU!! Bahkan wc di mall pun cuma seribu. Dengan antrian yg mengular, entah pihak RM dapat berapa karung duit dari orang yg membuang limbah tubuh nya di situ. Dan kembali saya harus kesal ketika beli makanan nasi ati ampela sayur + frestea dengan harga 20rb. Bener bener pemerasan terselubung, konspirasi antara pemilik PO Bus dengan Rumah Makan, atau jangan jangan pemilik nya sama.

Kemudian sekitar jam 7 pagi, akhirnya kami sampai di terminal Magelang. Perjalanan terasa nyaman, banyak candaan, dan kemudian tertidur dengan pulas. Di sini rombongan kami berpisah dengan Momot yang lanjut ke Yogyakarta. Ternyata kali itu kami beruntung, kami bertemu dengan Mas Gunawan orang Construction yang kebetulan rumahnya di Magelang. Mas Gun ini satu kosan sama saya, selorong sama kamar Arie Pompom.

Dengan naik bus ¾ kami bergerak menuju rumah Mas Gunawan, tak jauh dari Taruna Nusantara Magelang, lebih tepat nya ga sampe 200m sebelum gang rumahnya Mas Gun. Orang rumah Mas Gun ramah sekali, kami disiapkan teh manis hangat dan dibelikan soto ayam buat sarapan. Tak lupa saya sempetin buang hajat disini hehe. Mas Gun dan Berli lalu pergi untuk menjemput Isser dan Tepe yang sudah menunggu di Tarnus.

Kami benar benar harus bersyukur telah tak sengaja bertemu Mas Gun. Ia menawarkan solusi transportasi buat kami mulai dari menuju pos Basecamp di Wekas hingga pulang ke Jakarta. Kemudian kami memutuskan untuk mencarter mobil travel menuju Wekas dan pulang ke Jakarta dengan harga 175rb. Lalu kami meninggalkan rumah Mas Gun sekitar jam 9an menuju pos Basecamp pendakian di Wekas. Tak lupa kami beli air minum dan telor ayam di perjalanan. Saya tercengang melihat ukuran telornya yang sangat besar, telur ayam terbesar yang pernah saya lihat seumur hidup.




Ada banyak jalur pendakian menuju puncak gunung Merbabu, diantara nya yang saya tahu : Wekas, Kopeng, dan Selo. Jalur yang paling menarik adalah naik lewat Wekas dan turun lewat Selo, namun sayang kami tidak tahu bagaimana cara pulang ke Jakarta dari Selo. Pilihan kami adalah naik dan turun lewat Wekas. Btw, gunung Merbabu ini punya 7 puncak. Dan tujuan kami adalah Puncak Ketheng Songo.

Kami sampai di basecamp Wekas sekitar jam 11 kurang. Setelah beres melapor, solat jumat, dan makan siang kami mulai pendakian jam 13.15 . Setelah memastikan semua perlengkapan dan tak lupa foto-foto serta berdoa demi keselamatan selama pendakian, kami memulai langkah pertama menuju puncak gunung Merbabu. Kami melangkah cepat di jalan setapak paving block yang menanjak.



(bagian 1 – habis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar