Sedikit flashback, saya ingin bercerita tentang pendakian pertama saya di Gunung Merbabu. Kebetulan karena ini sebenarnya adalah tulisan pertama saya jadi tampak panjang banget (yak, ini beneran kebetulan!). Sama seperti cerita Rakutak, cerita ini terbagi menjadi 6 bagian. Semoga anda tidak muntah-muntah membacanya...
....................................................................................................
Naik gunung itu sebenarnya adalah
salah satu wish list saya di tahun 2011, selain ke luar negeri dan ikut
turnamen kaya di kampus lagi. Oke tujuan sebenar nya adalah naik Semeru dan
Bromo, namun apa daya status gunung tsb ternyata sedang bahaya. Okelah tujuan
dialihkan ke Gunung Merbabu, Magelang, Jawa Tengah. Buat saya yang penting
judulnya naik gunung hehe.
Perjalanan di lakukan pada
tanggal 22-25 Maret 2012 yg kebetulan long weekend (jumat nya libur). Tapi
sayang karena jadwal bus berangkat hanya pada pukul 4 sore, hari kamis nya saya
terpaksa unpaid leave (gaji dipotong huhu). Setelah menyiapkan semua keperluan
termasuk belanja buat perlengkapan di siang hari nya, jam 3 sore kami berangkat
ke terminal Lebakbulus. Note : modal saya di perjalanan ini adalah sandal
gunung seharga 73rb, celana gunung 51rb, dan senter kecil 20rb. Serta barang
pinjaman berupa sleeping bag, carrier, dan matras.
Rombongan berjumlah 11 orang
dengan 9 orang adalah temen kantor (tripatra), dan yg lebih spesial adalah 8
orang nya HMS! Kesebelasan ini terdiri dari : saya, Halik, Arie Pompom, Devi,
Frensie, Ori, Berli, Rega, Kancrid, Isser, dan Tepe. Ditambah Momot yang
kebetulan mau ke Yogyakarta. Isser dan Tepe berangkat dari Bandung dengan
kereta. Sesampainya di terminal Lebakbulus, perut kami isi dulu di warung nasi.
Jam 17.00 bus kami, Ramayana bisnis 2-2 seat Jakarta – Yogyakarta seharga 125rb,
mulai bergerak menuju Magelang.
Sekitar jam 9 malam, bus berhenti
di rumah makan Markoni Subang. Dan rumah makan ini dengan sukses bikin saya
kesal minta ampun. Gimana ga kesal klo elu kencing dan harus bayar 2rb, ya 2
RIBU!! Bahkan wc di mall pun cuma seribu. Dengan antrian yg mengular, entah
pihak RM dapat berapa karung duit dari orang yg membuang limbah tubuh nya di
situ. Dan kembali saya harus kesal ketika beli makanan nasi ati ampela sayur +
frestea dengan harga 20rb. Bener bener pemerasan terselubung, konspirasi antara
pemilik PO Bus dengan Rumah Makan, atau jangan jangan pemilik nya sama.
Kemudian sekitar jam 7 pagi, akhirnya
kami sampai di terminal Magelang. Perjalanan terasa nyaman, banyak candaan, dan
kemudian tertidur dengan pulas. Di sini rombongan kami berpisah dengan Momot
yang lanjut ke Yogyakarta. Ternyata kali itu kami beruntung, kami bertemu
dengan Mas Gunawan orang Construction yang kebetulan rumahnya di Magelang. Mas
Gun ini satu kosan sama saya, selorong sama kamar Arie Pompom.
Dengan naik bus ¾ kami bergerak
menuju rumah Mas Gunawan, tak jauh dari Taruna Nusantara Magelang, lebih tepat
nya ga sampe 200m sebelum gang rumahnya Mas Gun. Orang rumah Mas Gun ramah
sekali, kami disiapkan teh manis hangat dan dibelikan soto ayam buat sarapan. Tak
lupa saya sempetin buang hajat disini hehe. Mas Gun dan Berli lalu pergi untuk
menjemput Isser dan Tepe yang sudah menunggu di Tarnus.
Kami benar benar harus bersyukur
telah tak sengaja bertemu Mas Gun. Ia menawarkan solusi transportasi buat kami
mulai dari menuju pos Basecamp di Wekas hingga pulang ke Jakarta. Kemudian kami
memutuskan untuk mencarter mobil travel menuju Wekas dan pulang ke Jakarta
dengan harga 175rb. Lalu kami meninggalkan rumah Mas Gun sekitar jam 9an menuju
pos Basecamp pendakian di Wekas. Tak lupa kami beli air minum dan telor ayam di
perjalanan. Saya tercengang melihat ukuran telornya yang sangat besar, telur
ayam terbesar yang pernah saya lihat seumur hidup.
Ada banyak jalur pendakian menuju
puncak gunung Merbabu, diantara nya yang saya tahu : Wekas, Kopeng, dan Selo.
Jalur yang paling menarik adalah naik lewat Wekas dan turun lewat Selo, namun
sayang kami tidak tahu bagaimana cara pulang ke Jakarta dari Selo. Pilihan kami
adalah naik dan turun lewat Wekas. Btw, gunung Merbabu ini punya 7 puncak. Dan
tujuan kami adalah Puncak Ketheng Songo.
Kami sampai di basecamp Wekas
sekitar jam 11 kurang. Setelah beres melapor, solat jumat, dan makan siang kami
mulai pendakian jam 13.15 . Setelah memastikan semua perlengkapan dan tak lupa
foto-foto serta berdoa demi keselamatan selama pendakian, kami memulai langkah
pertama menuju puncak gunung Merbabu. Kami melangkah cepat di jalan setapak
paving block yang menanjak.
(bagian 1 – habis)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar