Kami
pun melepas lelah, membersihkan diri, beribadah, dan mengganti pakaian. Kami
sangat senang akhirnya kami sampai juga di rumah Aci. Lutut sudah gempor bung!
Haha. Aci menyuguhi kami dengan es sirup mangga. Aaah! Benar-benar segar
sekali! Dahaga kami pun hilang seketika. Tak lama setelah itu, sang Bapak
mempersilahkan kami untuk makan. Sungguh sangat baik sekali Aci sekeluarga ini,
kami disuguhi makanan yang tak kalah nikmat dengan ketika kami baru tiba
disana. Ayam goreng, sambal, lalapan, tahu, perkedel, kerupuk, buah pepaya,
puding, dan es krim!!! Kami benar-benar sangat bahagia. Maklum selepas naik
gunung, biasanya perut terasa meraung-raung minta di isi yang enak enak hehe.
Kami
makan banyak sekali waktu itu. Kayanya yang tersisa cuma nasi sama beberapa
potong ayam deh hahaha. Kami sangat berterima kasih pada Aci. Kami benar-benar
menerima kebaikan dari keluarga mereka. Setelah cukup beristirahat, sekitar
pukul 4 sore kamipun pamit pulang. Kali ini Aci ikut dengan kami menuju ke
Bandung, ia kami antar ke kosan nya. Aci bercerita biasanya dia pulang ke rumah
sebulan sekali. Tidak mengherankan, karena walaupun secara geografis rumah Aci
tidak begitu jauh dengan Bandung, namun diperlukan waktu sekitar 3 jam lebih
untuk mencapainya. Bahkan lebih lama daripada ke jakarta, atau bahkan ke rumah saya
di Pontianak dengan pesawat. Aci bagaikan tokoh di cerita Laskar Pelangi hehe.
Banyak
pelajaran yang kami dapat dari Rakutak ini. Bahwa jangan pernah menganggap
remeh gunung. Tidak ada gunung yang mudah untuk didaki begitu saja. Kita perlu
menyiapkan keperluan sebaik mungkin. Berkoordinasi dengan teman-teman yang lain
tentang apa yang harus kita bawa. Kita harus memiliki informasi tentang
karakter gunung yang akan kita naiki. Dan yang paling penting : penuhi terlebih
dahulu kebutuhan primer sebelum menyiapkan kebutuhan sekunder lainnya, bawalah
AIR yang cukup :D. Terima kasih Rakutak.
Btw, ini puncak kedua saya. Tak sabar menunggu puncak-puncak berikutnya :D
(pendakian gunung rakutak - habis)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar